Brent ditutup USD114,88 per barel dan WTI USD102. Harapan diplomasi menekan harga, namun ancaman terhadap pasokan belum mereda.
Harga minyak dunia menutup perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026, dengan penurunan. Harapan pembicaraan Amerika Serikat dan Iran meredakan sebagian kekhawatiran pasar terhadap pasokan.
Brent turun 0,38 persen menjadi USD114,88 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI melemah 0,76 persen menjadi USD102 per barel.
Kedua patokan sempat turun lebih dari USD2 sebelum memangkas pelemahannya menjelang penutupan perdagangan.
“Harga minyak tertekan hari ini di tengah upaya diplomatik baru untuk meredakan konflik di Timur Tengah,” kata analis UBS Giovanni Staunovo kepada media.
Harapan Perundingan Berhadapan dengan Ancaman Serangan
Upaya mediasi memberi pasar alasan untuk mengurangi kekhawatiran. Namun, peluang perundingan belum menjadi jaminan keamanan fasilitas energi dan pengiriman minyak.
Laporan pasar PFL Petroleum menyebut Qatar mengajukan rancangan kesepakatan kepada Iran. Pada saat yang sama, pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi tetap berlangsung.
Koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan pencegatan rudal balistik. Laporan mengenai serangan terhadap fasilitas energi Saudi kemudian membantu harga memangkas penurunan.
Garda Revolusi Iran juga mengklaim tiga tanker terkena ranjau ketika melewati jalur di selatan Selat Hormuz. Klaim tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen.
Perkembangan itu menjelaskan mengapa optimisme diplomasi belum sepenuhnya menghilangkan tekanan pasar. Gangguan pelayaran tetap dapat memengaruhi kelancaran distribusi energi.
Pengilangan Rusia dan Persediaan AS Jadi Pertimbangan
Di luar Timur Tengah, perkiraan pemulihan aktivitas kilang Rusia turut menahan harga. Tambahan produksi bahan bakar menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan pelaku pasar.
Menurut laporan PFL, pengolahan minyak Rusia naik sekitar 350.000 barel per hari menjadi sekitar empat juta barel per hari pada pekan sebelumnya.
Pemulihan itu disebut berlangsung setelah periode tanpa serangan terkonfirmasi terhadap infrastruktur pengilangan Rusia.
Sementara itu, persediaan minyak mentah dan distilat AS turun pada pekan yang berakhir 23 Oktober. Stok bensin justru bertambah. Perbedaan arah persediaan menunjukkan kondisi tiap kelompok produk tidak selalu sama. Pasokan minyak mentah perlu dibaca bersama produksi kilang dan kebutuhan bahan bakar.
Penutupan Kamis memperlihatkan pasar masih menimbang dua perkembangan: peluang diplomasi dan ancaman gangguan pasokan. Arah berikutnya bergantung pada hasil perundingan serta keamanan distribusi. ***





