14 Zona Megathrust Kepung Indonesia, BMKG Ungkap Skenario Tsunami

BMKG Ungkap 14 Zona Megathrust yang Kepung Indonesia, Potensi Magnitudo hingga M9,2. (BMKG)

BMKG membeberkan 14 zona megathrust yang mengepung Indonesia, termasuk potensi gempa M9,2 dan tsunami 10 meter. Masyarakat diminta tingkatkan kewaspadaan dan siapkan mitigasi.

Mantan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 2017-2025, Dwikorita Karnawati, membeberkan potensi energi gempa besar yang masih tertahan di zona megathrust.

Dwikorita mengatakan, wilayah Selat Sunda dan Mentawai-Siberut menjadi perhatian utama para ahli. Masa tunggu pelepasan energi di kedua segmen subduksi tersebut dinilai telah melampaui 200 tahun.

“Ternyata belum semua zona yang berpotensi megathrust itu sudah terlepas energinya,” kata Dwikorita dalam siniar Oase, Selasa (22/9/2026).

Bacaan Lainnya

14 Zona Megathrust Kepung Indonesia

Ihwal ancaman ini, BMKG merilis Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 yang disusun Pusat Studi Gempa Nasional. Terdapat 14 segmen megathrust di kawasan Indonesia dan sekitarnya.

Segmen tersebut membentang dari barat Sumatera, selatan Jawa, hingga timur Indonesia. “Megathrust merupakan sumber gempa pada zona subduksi, ketika dua lempeng tektonik saling berinteraksi,” tulis BMKG melalui Instagram resminya, Rabu, 23 September 2026.

Megathrust Aceh-Andaman mencatat potensi magnitudo maksimum tertinggi, yakni M9,2. Potensi raksasa ini disusul oleh Megathrust Jawa M9,1 serta segmen Mentawai-Siberut, Enggano, dan Jawa bagian barat masing-masing M8,9.

Skenario Terburuk Tsunami 10 Meter

Selain pemetaan, BMKG juga menyusun pemodelan skenario terburuk untuk segmen Aceh-Andaman. Guncangan maksimal diperkirakan mencapai VIII MMI dan berisiko merusak struktur bangunan.

Potensi ketinggian tsunami di garis pantai barat Sumatera diprediksi mencapai lebih dari 3 meter. Bahkan, terjangan gelombang di beberapa lokasi pesisir diproyeksikan bisa menembus lebih dari 10 meter.

Namun, BMKG menegaskan angka magnitudo tersebut adalah potensi maksimal, bukan prediksi waktu gempa. Pemodelan skenario ini murni ditujukan untuk mendukung upaya mitigasi masyarakat dan pemerintah.

Sistem Peringatan Dini BMKG

Guna merespons ancaman tersebut, BMKG mengoperasikan jaringan sensor seismograf yang didukung sistem SeisComP. Sistem ini bertugas menganalisis parameter gempa secara cepat dan akurat.

Untuk peringatan tsunami, lembaga ini juga mengandalkan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). Infrastruktur ini turut didukung sistem simulasi TOAST untuk merilis peringatan dini secara akurat.

Sebelumnya, Dwikorita mengingatkan agar masyarakat segera menyiapkan langkah mitigasi mandiri, seperti memahami jalur evakuasi. Pengalaman gempa dan tsunami Aceh harus menjadi pelajaran agar warga tidak lagi panik.

“Jadi, literasi edukasi ini minimal jangan kaget dan sudah tahu apa yang harus dipersiapkan jika terjadi adanya guncangan,” tuturnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan