20 Gempa Bumi Terdahsyat Sepanjang Sejarah, Kamchatka yang Terbaru

Ilustrasi gempa bumi dahsyat yang pernah terjadi dalam sejarah. Foto dibuat SORA
Ketika lempeng tektonik saling bertabrakan dan bergesekan, energi besar dilepaskan dalam bentuk gempa bumi yang mampu mengguncang daratan, menggeser gunung, hingga memicu tsunami.  Sepanjang sejarah modern, para ilmuwan telah mencatat sederet gempa bumi dahsyat, sebagian besar terjadi di zona subduksi sepanjang Cincin Api Pasifik. Di mana saja?

__________

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) merilis daftar 20 gempa terbesar yang pernah tercatat sejak pengukuran magnitudo mulai dilakukan pada awal 1900-an. Mulai dari Valdivia di Chili hingga Tōhoku di Jepang, berikut rangkuman gempa-gempa megathrust seperti dilansir Live Science paling kuat yang pernah mengguncang Bumi:

1. Valdivia, Chili (1960) – Magnitudo 9,5
Menjadi gempa bumi terbesar yang pernah tercatat, gempa di Valdivia menewaskan sekitar 1.655 orang, melukai ribuan lainnya, dan menyebabkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal. Tsunami yang dipicu gempa ini merenggut nyawa hingga ke Hawaii, Jepang, dan Filipina.

Bacaan Lainnya

2. Prince William Sound, Alaska (1964) – Magnitudo 9,2
Gempa ini menyebabkan tsunami dahsyat dan menewaskan 128 orang. Kota Anchorage mengalami kerusakan besar. Gempa ini juga mengganggu sistem infrastruktur seperti air, listrik, dan telekomunikasi.

3. Sumatera-Andaman (2004) – Magnitudo 9,1
Gempa yang terjadi sehari setelah Natal ini memicu tsunami yang menewaskan hampir 300.000 orang di 10 negara. Wilayah paling terdampak adalah Aceh, Indonesia.

4. Tōhoku, Jepang (2011) – Magnitudo 9,1
Gempa ini menewaskan lebih dari 15.700 orang dan menyebabkan bencana nuklir Fukushima. Tsunami juga menjalar hingga Hawaii dan Antartika.

5. Semenanjung Kamchatka, Rusia (1952) – Magnitudo 9,0
Tsunami yang dipicu gempa ini menghantam California. Meski tak menimbulkan korban jiwa, kerugian properti di Hawaii mencapai $1 juta.

6. Maule, Chili (2010) – Magnitudo 8,8
Gempa ini menewaskan sedikitnya 500 orang dan membuat 800.000 orang mengungsi. Wilayah ini merupakan batas antara Lempeng Nazca dan Amerika Selatan.

7. Lepas Pantai Ekuador (1906) – Magnitudo 8,8
Tsunami yang dipicu gempa menewaskan hingga 1.500 orang. Gelombangnya terasa sampai ke San Francisco dan Jepang.

8. Kamchatka, Rusia (2025) – Magnitudo 8,8
Gempa terbaru yang terjadi pada 29 Juli 2025 ini memicu peringatan tsunami di banyak wilayah Pasifik. Gempa terjadi akibat gesekan Lempeng Pasifik dengan Lempeng Amerika Utara.

9. Kepulauan Rat, Alaska (1965) – Magnitudo 8,7
Tsunami setinggi lebih dari 10 meter dilaporkan di Hawaii dan Jepang. Karena lokasi terpencil, kerusakan relatif minim.

10. Assam-Tibet (1950) – Magnitudo 8,6
Gempa yang dirasakan hingga India dan Tiongkok ini menewaskan lebih dari 1.500 orang. Tabrakan Lempeng India dan Eurasia juga menciptakan Himalaya.

11. Lepas pantai Sumatera (2012) – Magnitudo 8,6
Gempa terjadi jauh dari daratan dan hanya menimbulkan kerusakan ringan. Namun guncangannya terasa hingga India dan Australia.

12. Sumatera, Indonesia (2005) – Magnitudo 8,6
Sebanyak 1.300 orang tewas, terutama di Pulau Nias. Gempa ini merupakan susulan dari gempa besar 2004.

13. Andreanof, Alaska (1957) – Magnitudo 8,6
Gempa ini menghancurkan jembatan dan rumah, serta memicu tsunami setinggi 15 meter yang menjalar hingga ke San Diego, AS.

14. Pulau Unimak, Alaska (1946) – Magnitudo 8,6
Tsunami setinggi 35 meter menyapu mercusuar dan menewaskan 159 orang di Hawaii.

15. Laut Banda, Indonesia (1938) – Magnitudo 8,5
Meski besar, gempa ini menimbulkan kerusakan ringan. Guncangan terasa hingga pulau Banda dan Kai.

16. Atacama, Chili (1922) – Magnitudo 8,5
Tsunami yang menyusul gempa menewaskan ratusan orang. Guncangan dirasakan kuat di wilayah perbatasan Argentina.

17. Kepulauan Kuril, Rusia (1963) – Magnitudo 8,5
Gempa ini memicu tsunami, namun tidak ada korban jiwa karena lokasinya yang terpencil.

18. Sumatera, Indonesia (2007) – Magnitudo 8,4
Gempa melanda dekat Bengkulu dan merusak lebih dari 20.000 bangunan. Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas seismik pasca 2004.

19. Arequipa, Peru (2001) – Magnitudo 8,4
Sebanyak 74 orang tewas dan lebih dari 50.000 rumah rusak. Lempeng Nazca dan Amerika Selatan jadi penyebab utama.

20. Sanriku-Oki, Jepang (1933) – Magnitudo 8,4
Tsunami setinggi 29 meter menyapu ribuan rumah dan menewaskan banyak orang. Wilayah ini juga diguncang lagi pada 2011.

Seluruh gempa ini memperlihatkan betapa rentannya kehidupan manusia di sekitar zona subduksi aktif dunia. Dengan teknologi pemantauan yang semakin canggih, upaya mitigasi bencana kini menjadi perhatian utama di negara-negara rawan gempa.

Pos terkait