18 Pendaki Masih Hilang di Puncak Marapi, Tim SAR Siapkan 8 Kantong Mayat Tambahan

Tim SAR gabungan menjelaskan proses evakuasi pendaki yang menjadi korban letusan di puncak Gunung Marapi, Senin (4/12/2023).Foto:infosumbar.net

Laman infosumbar.net merilis korban pascaletusan Gunung Marapi sebanyak 13 pendaki. Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 13 korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Marapi sejak Senin (3/12/2023). Pada Selasa (5/12/2023) pukul 18.20 WIB,  delapan korban telah tiba di RSAM Bukittinggi. Tim DVI Polda Sumbar sedang melakukan identifikasi.

Kepala Markas PMI Bukittinggi, Ahmad Jaiz mengatakan, saat ini tim gabungan masih melakukan evakuasi. “Mudah-mudahan cuaca bagus, evakuasi bisa selesai malam ini,” kata Ahmad Jaiz. Dia menyebut, tim SAR sudah membawa 8 body bag (kantong jenazah) untuk evakuasi malam ini. “Berapa jumlah pastinya saya tidak tahu. Yang jelas, teman-teman sedang melakukan upaya evakuasi,” kata Jaiz.

Hujan Abu tanpa Kerikil

Hingga hari ini, Gunung Marapi yang berketinggian 2.891 mdpl ini masih mengalami erupsi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, erupsi terakhir terekam di seismograf pada Selasa (5/12), pukul 06.24 WIB, dengan amplitudo maksimum 25.2 mm dan durasi 80 detik. Akibat letusan tersebut, hujan abu vulkanik Gunung Marapi terjadi pada beberapa wilayah di Kabupaten Agam.

Bacaan Lainnya

Wilayah yang masih terdampak hujan abu vulkanik di beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Canduang, Kecamatan Sungai Pua, Kecamatan Ampek Angkek, dan Kecamatan Malalak.  Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Bambang Wasito mengatakan, “Sampai hari ini masih ada hujan abu, hanya hujan abu, kerikilnya sudah tidak ada”.

Pos terkait