Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi Tepis Isu Tsunami

Foto ilustrasi Gunung Anak Krakatau.(Getty Images/iStockphoto/NaiveAngel)

Badan Geologi resmi menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi Siaga. Warga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dan diminta tidak termakan hoaks tsunami.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria menyatakan status Gunung Anak Krakatau naik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Kenaikan ini berlaku mulai Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 21.00 WIB. Keputusan diambil usai evaluasi aktivitas vulkanik secara menyeluruh.

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, maka tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai tanggal 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB,” kata Lana dalam keterangan tertulis pada Jumat malam.

Perluasan Radius Aman

Ihwal kenaikan status ini, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi operasional baru bagi masyarakat dan wisatawan. Mereka dilarang mendekati atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, area satu kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara juga tertutup.

Bacaan Lainnya

Lana menyebutkan potensi bahaya vulkanik yang mengancam saat ini meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava. Potensi erupsi sekunder juga dapat terjadi apabila lava bersuhu tinggi bersentuhan langsung dengan air laut atau air hujan.

Bantahan Hoaks Tsunami

Sebelumnya, beredar sebuah video di media sosial TikTok dari akun XinShi yang menarasikan potensi tsunami setinggi 60 meter akibat aktivitas vulkanik tersebut. Badan Geologi menegaskan bahwa unggahan tersebut merupakan hasil suntingan dan menyebarkan kabar bohong atau hoaks.

Gunung Anak Krakatau memang mencatatkan erupsi pada 5 Oktober 2026 dengan durasi sekitar satu menit, namun kondisinya tidak memicu gelombang laut ekstrem. Masyarakat diimbau selalu merujuk pada data ilmiah ketimbang mempercayai ramalan kebencanaan tanpa dasar.

Imbauan Warga Pesisir

Meski tingkat aktivitas vulkanik gunung telah meningkat menjadi Siaga, otoritas meminta warga pesisir di Provinsi Banten dan Lampung untuk tidak panik. Penduduk dipersilakan menjalankan rutinitas sehari-hari sembari terus memantau arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami,” tutur Lana.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan