Sebagai informasi, berdasarkan sigi Samudra Fakta, terdapat nama-nama pengurus PBNU 2022-2027 yang menjadi tim pemenangan capres-cawapres 2024. Belum lagi pengurus NU wilayah, cabang, sampai ranting yang menjadi caleg, baik DPRD II, I, dan DPR RI.
Para pengurus itu, antara lain, Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU Yenny Wahid yang menjadi tim sukses pasangan Ganjar Pranowo Mahfud MD; Ketua PBNU Nusron Wahid, serta Dewan Pakar PBNU Ali Masykur Musa dan Juri Ardiantoro yang menjadi tim sukses Prabowo-Gibran; dan Katib Syuriah PBNU Maksum Faqih yang menjadi tim Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Yenny tercatat sudah mengajukan cuti setelah masuk dalam tim Ganjar-Mahfud. Sementara pengurus lainnya, sejauh ini, belum dilaporkan mengajukan cuti.
Melalui surat penonaktifan tersebut, PBNU menegaskan agar warga dan pengurus NU menjadikan Sembilan Pedoman Berpolitik Warga NU sebagai landasan aktivitas politik, yang merupakan keputusan Muktamar ke-28 NU Tahun 1989 di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta.
PBNU juga menugaskan seluruh Ketua Lembaga dan Badan Khusus PBNU, Ketua Umum Badan Otonom Tingkat Pusat, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, dan Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama untuk menindaklanjuti keputusan yang dimaksud dalam surat, sesuai ketentuan yang berlaku. Pun diminta untuk menyampaikan laporan secara tertulis kepada PBNU selambat-lambatnya tanggal 30 November 2023.





