Sekadar mengingatkan, dalam berbagai kesempatan, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa NU bukanlah partai politik. Maka dari itu, dalam perhelatan pemilihan umum atau pemilihan presiden, kata Yahya, NU tidak berada dalam posisi memberikan dukungan politik.
“Semua yang diarahkan untuk kemaslahatan bangsa dan negara direstui oleh Nahdlatul Ulama,” kata Yahya, ketika di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 9 Juni 2023.
Selain itu, Yahya juga menegaskan independensi dan netralitas NU dalam pemilu 2024, di mana independensi itu tidak pernah berubah sejak pembentukannya pada tahun 1926.
Ketua PCINU Amerika dan Kanada Muhammad Izzul Haq alias Gus Izaq menilai, penerbitan surat penonaktifan itu adalah bukti bahwa PBNU masih mengindahkan hasil Muktamar NU ke-28 di Krapyak. “Bagus, sih, tinggal gimanakomitmen dan konsistensinya,” kata Izaq, Kamis (16/11).
Namun demikian, Izaq menilai, status nonaktif ini tak setegas pemberhentian. Dengan status ini, menurut Izaq, PBNU bisa dikatakan masih membiarkan sebebas-bebasnya pengurus terasnya di berbagai jenjang untuk berpolitik praktis atau menjadi calon legislatif.
“Khas jalan tengah ini tipikal beragama secara moderat. Islam wasathiyah khas NU,” katanya.
—Wijdan—





