“Interfering with opponent, ini yang dilakukan Sananta karena saat dia berada dalam posisi offside. Dia berusaha memperebutkan bola,” katanya, Selasa (30/4/2024).
“Jadi, ketika bola memantul ke Ferarri, kemudian dia cetak gol, itu sebabnya setiap ada kejadian seperti ini wasit tak langsung menunjuk titik tengah untuk mengesahkan gol karena semua proses gol harus dicek,” lanjut dia.

Jimmy menjelaskan bahwa kamera di ruang VAR sejatinya mempunyai beragam angle sehingga bisa memastikan Sananta berada dalam posisi offside. Namun, Anggota Komite Wasit PSSI itu menjelaskan, tidak semua angle kamera dapat ditampilkan di dalam lapangan permainan.
“Tetap offside (walau dari angle berbeda), tapi lebih pastinya angle kameranya lebih sejajar karena kalau di ruang VAR, dia bisa lihat,” ungkapnya.
“Namun, untuk ditampilkan yang di on field review karena garis VAR itu ada di garis line gawang, goal line intervention, itu sejajar dengan garis gawang,” tuturnya.
“Jadi, mereka bisa pindahkan garis itu, kamera itu, ke arah pemain yang dalam posisi offside untuk mengambil garis. Nah, di screen yang di lapangan tak bisa ditunjukkan tetapi pasti bakal dirilis AFC. Nanti rekamannya bakal dikirim dari ruang VAR,” kata dia.
Terlepas perbedaan antara Wenger dan Jimmy tersebut, Timnas Indonesia U-23 masih akan melanjutkan perjuangan mereka di Piala Asia U-23 2024. Sesuai jadwal, Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Timnas Irak U-23 di perebutan posisi tiga Piala Asia U-23 2024 pada Kamis, 2 Mei 2024 pukul 22.30 WIB.
Jika menang, Timnas Indonesia U-23 dipastikan lolos ke Olimpiade Paris 2024. Sementara jika kalah, Timnas Indonesia U-23 akan Tampil di babak playoff kontra wakil Afrika, Timnas Guinea U-23, pada Kamis 9 Mei 2024.◼︎





