Pelaksana tugas (Plt.) Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menambahkan bahwa hingga Rabu (19/6), OMC telah dilaksanakan selama enam hari. Dalam periode tersebut, sepuluh sorti penerbangan penyemaian awan telah dilakukan dengan total waktu penerbangan mencapai 21 jam 25 menit.
“Total bahan semai yang telah digunakan untuk OMC adalah 8 ton bubuk NaCI dari total 16 ton yang telah disiapkan,” jelas Seto.
Selama kegiatan OMC, penyemaian awan dilakukan di daerah yang berpotensi menyebabkan hujan di area pembangunan infrastruktur penunjang IKN, seperti Bandara VVIP IKN dan Jalan Tol.
Pemilihan wilayah penyemaian awan setiap hari diprioritaskan pada daerah upwind (arah datangnya angin masa udara) untuk mencegah awan hujan memasuki daerah target pembangunan. Daerah penyemaian yang telah dilakukan meliputi Selat Makassar, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Paser.
Pelaksanaan OMC didukung oleh armada pesawat Casa 212-400 dengan registrasi A-2114 milik Skadron 4 TNI AU. “Kami berharap OMC akan memberikan dampak positif dan manfaat bagi masyarakat luas serta memitigasi risiko bencana yang mungkin terjadi,” tutupnya.♦





