Hari AIDS Sedunia memiliki tujuan utama untuk menyebarkan kesadaran akan bahaya hingga langkah-langkah untuk mencegah penyebaran penyakit AIDS.
Setiap tahunnya, UNAIDS, sebuah organisasi internasional yang fokus pada HIV/AIDS, merilis tema peringatan Hari AIDS Sedunia.
Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2023 mengusung tema “Let communities lead” atau berarti “Biarkan masyarakat memimpin“.
HIV adalah virus yang menyerang sistem imun seseorang, khususnya sel darah putih yang bernama sel CD4.
Virus ini menyerang dan menghancurkan sel CD4 yang menyebabkan imun seseorang melemah dan tidak mampu melindungi tubuh dari serangan infeksi seperti tuberculosis (TB) hingga kanker.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), HIV bisa menyebabkan penyakit AIDS dan hingga saat ini belum ada obatnya. Artinya, jika seseorang terkena infeksi HIV maka seumur hidup pasien tersebut akan mengidap virus ini.
Meskipun demikian, dengan pengobatan yang tepat, penderita HIV/AIDS dapat hidup dengan sehat, lebih lama, dan mencegah penularan kepada pasangan mereka.
Infeksi HIV pada manusia pertama kali terjadi di Afrika Tengah pada akhir tahun 1800-an. Infeksi tersebut ditularkan dari simpanse melalui darah yaitu saat manusia memburu simpanse untuk dimakan. Sejak saat itu, HIV menyebar perlahan di seluruh daratan Afrika dan beberapa bagian di dunia.
HIV dan AIDS dapat ditularkan melalui darah, sperma dan cairan vagina, serta ASI. Berikut ini kegiatan hal yang dapat menularkan penyakit HIV/AIDS
- Hubungan seks tanpa alat pengaman (kondom)
- Berbagi alat suntik dengan penderita HIV
- Ibu hamil positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui
- Transfusi darah
- Seks oral
- Terkena atau tertukar sperma atau cairan vagina
- Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi
HIV merupakan virus yang rapuh dan tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. Selain dari darah, cairan kelamin, dan air susu, virus ini tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine.





