Awas, Jika Ceroboh Ekspose Data Pribadi di Dunia Maya, Predator Digital Bisa Berpesta Pora

Direktur Eksekutif LKDI, Kholid Basmalah, menjelaskan potensi ancaman kejahatan dunia maya dan sebab-sebabnya, Kamis (21/3/2024). | FOTO: Dok. LKDI

“Demi fasilitas kemudahan itu, ratusan juta orang Indonesia—baik secara sadar maupun tidak—telah ‘menelanjangi’ diri mereka di ruang maya. Inilah ironi kemajuan teknologi,” Kholid mengingatkan.

Dia menambahkan, segala jenis data yang mengonfirmasi identitas seseorang itu—mulai dari kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK); ijazah, bahkan sidik jari dan identifikasi wajah—’diserahkan’ sepenuhnya pada dunia maya. Identitas-identitas beterbangan secara ‘telanjang’ di alam digital tanpa pengawal. Dan itu adalah situasi yang ‘sangat menguntungkan’ bagi ‘rampok’ dunia maya.

Bacaan Lainnya

‘Ketelanjangan’—atau ‘penyerahan diri’—masyarakat di dunia maya pada akhirnya dieksploitasi para pelaku kejahatan digital. Walhasil, banyak masyarakat menjadi korban berbagai jenis kejahatan daring: phisingspoofingcrackingpenipuan one time password (OTP), pemalsuan identitas, ransomware, peretasan surat elektronik (email) dan situs, injeksi SQL, carding, penyebaran konten ilegal, cyber bullying, duplikasi situs, kejahatan skimming, investasi bodong, pinjaman online (pinjol), sampai judi online.

Kenapa bisa sampai terjadi seperti itu? Sebab, “Segala permasalahan itu, pada umumnya, bermula dari kebocoran data di dunia maya,” jelas Kholid.

Para penjahat digital, Kholid melanjutkan, memanfaatkan data itu untuk mempromosikan produk mereka—dalam bentuk investasi, pinjol, atau judi online, misalnya—dengan berbagai cara.

“Mulai dari cara persuasif hingga intimidatif. Apa pun cara yang mereka tempuh, tujuan mereka sudah pasti, yaitu masyarakat yang datanya sudah mereka ’sandera’ tidak punya cara untuk menolak tawaran mereka. Dan ketika masyarakat sudah mengiyakan, di situlah mereka dieksploitasi, bahkan ‘dirampok’ habis-habisan,” papar Kholid.

Ini jelas fenomena yang sangat berbahaya. Perampok-perampok dunia maya kian liar bergentayangan. Dampak perbuatan mereka kian nyata. Masyarakat perlu waspada.

“Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan,” demikian ‘pesan bijak’ Bang Napi, karakter populer hasil kreasi sebuah televisi swasta beberapa tahun lalu.

Waspadalah! Waspadalah! ◼︎

Pos terkait