WHO Resmi Tetapkan Wabah Ebola Kongo-Uganda sebagai Darurat Global

WHO tetapkan wabah Ebola
WHO resmi menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global. Foto:SS WHO

Direktur Institut Nasional Penelitian Biomedis Kongo (INRB), Profesor Jean-Jacques Muyembe, mengatakan pasien tersebut merupakan istri pria yang meninggal karena Ebola di Bunia.

“Pasien melakukan perjalanan ke Goma setelah suaminya meninggal saat dirinya sudah terinfeksi,” ujarnya kepada AFP dikutip dari Al Jazeera.

Sementara itu, Uganda mengonfirmasi satu kasus impor dari DRC yang meninggal di rumah sakit di Kampala. WHO kemudian melaporkan satu kasus tambahan di ibu kota Uganda tersebut.

Bacaan Lainnya

Meski kedua pasien sama-sama berasal dari DRC, WHO menyebut keduanya tidak memiliki hubungan epidemiologis secara langsung.

WHO Minta Negara Tidak Tutup Perbatasan

WHO meminta negara-negara tidak menutup perbatasan maupun membatasi perjalanan dan perdagangan internasional.

Menurut WHO, langkah tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan justru berpotensi meningkatkan penyebaran melalui jalur ilegal yang tidak diawasi.

“Pembatasan perjalanan dan perdagangan biasanya dilakukan karena rasa takut dan tidak memiliki dasar ilmiah,” tulis WHO.

Sebagai gantinya, WHO meminta negara memperkuat pengawasan lintas batas, pelacakan kontak, pemeriksaan kesehatan di pintu keluar, serta meningkatkan kesiapsiagaan sistem kesehatan nasional.

WHO juga meminta kasus terkonfirmasi segera diisolasi dan dilarang melakukan perjalanan internasional hingga dinyatakan negatif melalui dua tes laboratorium.

Risiko Tinggi Penyebaran Regional

WHO menilai negara-negara yang berbatasan dengan DRC memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran lebih lanjut akibat mobilitas penduduk dan hubungan perdagangan lintas negara.

Karena itu, WHO meminta negara-negara tetangga meningkatkan pengawasan aktif, kapasitas laboratorium, pelatihan tenaga kesehatan, serta membentuk tim respons cepat.

Selain itu, WHO mendorong penelitian dan uji klinis untuk mempercepat pengembangan terapi dan vaksin virus Bundibugyo.

Virus Ebola dikenal sangat menular dan mematikan. Penyakit ini menyebabkan demam, nyeri tubuh, muntah, dan diare, serta menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, benda terkontaminasi, maupun jenazah pasien Ebola.***

Pos terkait