Warga Gaza Ditembaki Saat Mencari Makan

Warga Palestina membawa paket bantuan makanan yang dibagikan oleh Gaza Humanitarian Foundation. Berbagai laporan media internasional menyebut mereka ditembaki ketika mengambil bantuan, menyebabkan total hampir 800 orang tewas hingga 7 Juli. | FOTO: Tangkapan Layar Anadolu
Sepuluh warga Gaza tewas ditembak saat antre bantuan. Total korban dalam enam minggu terakhir mendekati 800 jiwa. PBB menyebut situasi ini sebagai bentuk kekejaman yang tak bisa diterima.

__________

Jumat pekan ini, 11 Juli 2025, sepuluh warga Palestina meregang nyawa. Mereka ditembak saat mencari bantuan makanan di Rafah, Gaza selatan.

Kejadian ini bukan yang pertama. PBB mencatat, sejak akhir Mei hingga 7 Juli, sedikitnya 798 warga sipil tewas saat mengantre bantuan. Dari jumlah itu, 615 orang tewas di sekitar lokasi distribusi yang dikelola Gaza Humanitarian Foundation (GHF).

Bacaan Lainnya

GHF adalah organisasi baru bentukan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Lembaga ini belakangan mengambil alih distribusi bantuan kemanusiaan, menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Namun, PBB menolak bekerja sama dengan GHF. Mereka khawatir badan ini digunakan untuk kepentingan militer Israel.

“Orang-orang datang untuk makan dan minum. Tapi justru ditembak. Ini tak bisa diterima,” kata juru bicara HAM PBB, Ravina Shamdasani, dalam jumpa pers di Jenewa.

PBB menyebut situasi di Gaza sudah melewati batas. Antrean makanan berubah menjadi zona tembak.

Sementara itu, media internasional menghadapi kendala liputan. Gaza nyaris tertutup. Data korban sulit diverifikasi secara independen.

Ironisnya, di tengah tragedi ini, Israel dan Hamas sedang merundingkan gencatan senjata di Qatar.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan harapan akan adanya jeda perang selama 60 hari. Setelah itu, barulah dibuka kemungkinan negosiasi penghentian perang total.***

Pos terkait