Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan mendukung wacana program retreat atau pembekalan bagi kepala daerah terpilih yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Pasalnya, program yang hampir serupa sudah pernah diterapkan juga di Kota Pahlawan.
Sebagai informasi, Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan jika Presiden Prabowo Subianto berencana mengumpulkan kepala daerah terpilih untuk mengikuti pembekalan atauretreat. Kata Yusril, pembekalan itu menyerupai retreat kabinet Merah Putih di Magelang, Jawa Tengah, 24-27 Oktober 2024.
“Seluruh kepala daerah akan dikumpulkan supaya kita mempunyai persepsi yang sama terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh pemerintah,” kata Yusril di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2025.
Yusril mengatakan, alasan kegiatan tersebut diadakan adalah karena perlu ada sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah.Pemerintah daerah diharapkan juga melaksanakan program-program pemerintah pusat.
Jadwal retreat itu bergantung pada jadwal pelantikan kepala daerah terpilih. Pemerintah sedang membahas jadwal pelantikan kepala daerah terpilih yang tidak ada sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
Menurut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, wacana tersebut relevan dengan program serupa yang pernah dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada 2023. Kala itu, Surabaya menggelar pendidikan kebangsaan bagi Kepala Perangkat Daerah (PD) terpilih.
“Syukur alhamdulillah, kemarin saya juga sempat mendapat informasi dari Pak Wamendagri (Wakil Menteri Dalam Negeri) saat beliau ke Surabaya,” ujar Wali Kota Eri, Selasa, 14 Januari 2025.
Eri menjelaskan, pada tahun 2023, Pemkot Surabaya melaksanakan program serupa bagi Kepala PD yang baru dilantik. Program tersebut bertujuan untuk memperkuat semangat kebangsaan para pejabat, meski kemudian dihentikan pada 2024 karena adanya pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.
“Setelah Pak Presiden terpilih dilantik, beliau melakukan hal seperti ini. Berarti apa yang dilakukan pemerintah kota waktu itu untuk memberikan semangat kebangsaan bagi kepala dinas, alhamdulillah terbukti,” katanya.





