NEW DELHI–Mencuri merupakan tindak kriminal yang jadi momok masyarakat. Tak heran jika pencuri kerap dibasmi di manapun berada. Namun, ada sebuah desa yang justru memupuk praktik pencurian yang diajarkan lewat pendidikan.
Dilansir dari Oddity Central, di tiga desa terpencil di Madhya Pradesh, India, berdiri sekolah pencuri yang menjadi sorotan dunia. Di sekolah aneh ini, bocah diajari mencuri sejak usia 12 tahun. Mereka dilatih oleh penjahat ulung untuk menjadi “pencuri handal di masa depan”.
Kadia, Gulkhedi, dan Hulkhedi adalah desa-desa yang tidak mencolok, namun menyimpan rahasia kelam. Terletak sekitar 120 kilometer dari Bhopal, desa-desa ini menjadi tempat berkembangnya praktik mencuri yang diajarkan secara sistematis. Orang tua bahkan rela membayar biaya sekolah hingga 200.000- 300.000 rupee atau (Rp 37 juta-Rp 55 juta) untuk memastikan anak-anak mereka menguasai ilmu mencopet, merampok, dan menghindari polisi.
Sekolah pencuri ini tidak hanya mengajarkan cara mencuri, tetapi juga menghasilkan penjahat terkenal yang dicari oleh banyak keluarga. Fenomena ini mencerminkan realitas suram di mana kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan mengarahkan banyak anak pada kehidupan kriminal.
Murid yang direkrut melalui sekolah pencuri ini diberikan peran khusus berdasarkan skill pencuri yang mereka kuasai. Mereka dilatih untuk menjalankan aksi pencurian yang rumit, mulai dari mencopet hingga perampokan besar-besaran.
Kejahatan yang dilakukan oleh para geng ini sering kali melibatkan anak di bawah umur, membuat mereka sulit untuk dihukum oleh hukum yang berlaku. Sistem ini menciptakan siklus kriminal yang terus berulang di desa-desa tersebut. Masyarakat setempat cenderung melindungi geng pencuri ini, menjadikan penegakan hukum semakin sulit.
Sebagian besar murid di sekolah pencuri ini berasal dari keluarga miskin yang melihat pencurian sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Faktor ekonomi memaksa mereka untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah yang mengajarkan praktik mencuri. Orang tua rela membayar biaya mahal demi harapan agar anak-anak mereka bisa hidup lebih baik melalui pencurian.





