5 Paslon di Pilkada Jatim Berpotensi Lawan Kotak Kosong, Siapa Saja?

SURABAYA– Bila hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), paslon tersebut dipastikan bakal melawan kotak kosong. Nah, di Jawa Timur, setidaknya ada lima paslon yang berpotensi melawan kotak kosong atau bumbung kosong.

Sesuai dengan aturan tentang Pilkada melawan kotak kosong, bila paslon yang ada mendapatkan suara di atas 50 persen suara sah, pasangan itu dinyatakan menang. Sebaliknya, kalau kotak kosong yang menang, maka pemilihan gagal.

Bila kotak kosong memenangkan pemilihan, biasanya akan diadakan pemilihan ulang. Pemilihan ulang ini bertujuan mencari kandidat baru yang memenuhi syarat untuk memimpin.

Berikut ini sejumlah paslon di Jatim yang berpotensi melawan kotak kosong di Jatim.

Bacaan Lainnya
1. Pasangan Eri-Armuji di Pilwali Surabaya

Pasangan calon Eri Cahyadi-Armuji berpotensi melawan kotak kosong di Pemilihan Wali Kota atau Pilwali Surabaya 2024. Paslon petahana ini menyapu bersih dukungan semua parpol di Surabaya.

Eri-Armuji didukung koalisi 18 parpol di Pilwali Surabaya. Terdiri dari 10 parpol parlemen, yakni PDIP, PAN, PKS, PKB, PPP, Demokrat, Gerindra, Golkar, NasDem, dan PSI.

Selain itu, ada partai non parlemen yang juga mendukung Eri-Armuji, yaitu Hanura, PBB, PKN, Partai Garuda, Gelora, Partai Ummat, Perindo, dan Partai Buruh.

2. Pasangan Adi-Nawawi di Pilwali Pasuruan

Pasangan Adi Wibowo-Mokhamad Nawawi resmi mendaftar ke KPU Kota Pasuruan sebagai peserta Pilwali. Pasangan ini mendapat dukungan dari semua parpol parlemen dan nonparlemen.

Pasangan yang dikenalkan dengan nama Anugrah–singkatan dari Adi-Nawawi Bergerak dengan Hati–itu diusung semua parpol parlemen setempat, yakni Golkar, PKB, PDIP, PKS, Hanura, PPP, PAN, Gerindra, dan Nasdem.

Ketua KPU Kota Pasuruan Nanang Abidin menyatakan, pihaknya telah menerima berkas pendaftaran Paslon Anugrah dan memastikan berkas yang diserahkan sudah lengkap.

“Kami menerima berkas pendaftaran pasangan dan memastikan berkas telah lengkap,” kata Nanang.

Nanang juga menyatakan pasangan Anugrah turut diusung semua partai nonparlemen. Karena itulah potensi Adi- Nawawi menjadi paslon tunggal di Pilkada Kota Pasuruan sangat besar.

3. Pasangan Gus Yani-dr Alif di Pilbup Gresik

Fandi Akhmad Yani-dr Asluchul Alif atau Gus Yani-dr. Alif daftar sebagai bakal paslon di hari pertama KPU membuka pendaftaran untuk Pemilihan Bupati (Pilbup) Gresik. Paslon ini juga didukung semua parpol pemilik kursi parlemen maupun nonparlemen.

Gus Yani diusung parpol tempat dirinya menjadi kader, yakni PDIP, pemilik sembilan kursi DPRD Gresik. Sedangkan, dr. Alif, yang merupakan Ketua DPC Gerindra Gresik, diusung partai berlambang kepala burung garuda tersebut, yang memiliki 10 kursi di parlemen.

Selain dua parpol parlemen itu, enam parpol lain pemilik kursi di DPRD Gresik juga mendukung paslon ini. Yakni PKB (14 kursi), Golkar (6 kursi), Demokrat (3 kursi), PPP (3 kursi), PAN (3 kursi) dan NasDem (2 kursi).

Gus Yani-dr. Alif juga didukung 10 parpol nonparlemen. Sayangnya, pada saat pendaftaran, KPU Gresik mengonfirmasi bahwa 10 rekomendasi parpol nonparlemen itu tidak disertakan.

“Sejauh ini hanya 8 parpol saja (yang menyerahkan rekomendasi dukungan). Selanjutnya, tentu itu menjadi wewenang masing-masing parpol,” ujarnya.

Karena hanya ada 1 paslon yang mendaftar, KPU akan menunggu paslon lain untuk mendaftar hingga 1 September 2024. Taufik mendasarkan keputusan ini sesuai pasal 134 PKPU 2024, di mana KPU bisa memperpanjang masa pendaftaran jika paslon yang mendaftar kurang dari 2.

“Masa pendaftaran diperpanjang hingga 1 September,” kata Taufik.

4. Pasangan Ipin-Syah di Pilbup Trenggalek

Mukhammad Nur Arifin-Syah Mohammad Natanegara telah mendaftar ke KPU Trenggalek sebagai paslon peserta Pilbup yang didukung seluruh parpol pemilik kursi parlemen.

Paslon petahana ini menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU Trenggalek disertai formulir rekomendasi dari 8 partai politik, yakni PDIP, PKB, Golkar, PKS, Demokrat, PAN, Gerindra, dan Hanura.

“Kami menghargai proses demokrasi, mungkin masyarakat umum melihat Pilkada di Trenggalek tidak menarik karena semua partai memberikan rekomendasi kepada seseorang yang sama,” kata Nur Arifin usai mendaftar ke KPU.

Dengan diusung seluruh parpol pemilik kursi parlemen itu, Ipin berharap tetap mendapatkan dukungan dari masyarakat Trenggalek sehingga bisa melanjutkan program lima tahun mendatang bersama Syah Natanegara.

“Semoga dapat mengemban amanah rakyat dan menjadikan Trenggalek ke depan lebih baik lagi,”

5. Pasangan Ony-Riyanto di Pilbup Ngawi

Ony Anwar Harsono (Ony) dan Dwi Riyanto Jatmiko (Riyanto) resmi mendaftar sebagai peserta Pilbup 2024 di KPU Ngawi. Dia diusung 12 parpol, terdiri dari delapan parpol pemilik kursi parlemen dan empat parpol nonparlemen.

Dengan komposisi parpol pengusung seperti itu, bakal paslon petahana itu berpotensi melawan bumbung kosong. Sebab tidak ada lagi parpol pemilik kursi parlemen yang tersisa.*

Pos terkait