Semua Kapal Sudah Laik Laut
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud memastikan seluruh kapal yang beroperasi telah laik laut. “Operasional pelabuhan berjalan normal, meskipun kami menyesuaikan kapasitas angkut kapal untuk keselamatan,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembatasan pada kapal eks-LCT merupakan tindakan preventif. Fokus utama tetap pada keselamatan pelayaran, bukan hanya percepatan layanan.
Penutupan Jalur Gumitir hingga 24 September 2025 akibat proyek preservasi nasional memicu lonjakan kendaraan logistik melalui jalur utara. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, ASDP bersama instansi terkait menambah kantong parkir seperti di Bulusan dan mengatur ritme keberangkatan kapal sesuai kapasitas dermaga.
Polisi turut mengatur lalu lintas menuju pelabuhan. Koordinasi lapangan terus ditingkatkan demi kelancaran dan keamanan distribusi logistik antar-pulau.
ASDP meminta masyarakat pengguna jasa untuk memantau informasi terbaru, mengikuti arahan petugas, dan tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Jalur Ketapang–Gilimanuk akan terus menjadi fokus utama dalam menjamin konektivitas Jawa–Bali di tengah kondisi lalu lintas yang dinamis.





