Tujuh Alasan Logis jika Takzim Kiai Bukan Bentuk Feodalisme-Fasisme

Pesantren lahir dari cahaya ilmu dan keikhlasan—bukan dari bayang-bayang kekuasaan.

Ketujuh, perbedaan mencolok ada pada tujuannya. Dalam pesantren santri mencari ilmu, panutan, keberkahan, dan puncaknya ridha Allah, sementara dalam sistem feodalisme dan fasisme, tuan dan sistemnya semata-mata hanya untuk melanggengkan kekuasaan dan hierarki sosialnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem pesantren memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri dibandingkan dengan sistem kekuasaan lainnya. Oleh karena itu, relevansinya dengan masyarakat masih dibutuhkan dan perlu juga dilakukan upaya untuk mempertahankan serta mensinergikan dengan kebutuhan zaman supaya bisa lebih diterima, serta terus mempromosikan nilai-nilai moral yang berbasis Islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.

Wallahu a‘lam bish-shawab.***

Bacaan Lainnya

Pos terkait