Tragedi Kabel Fiber Optik (1): Malam Nahas Mahasiswa Cerdas

Empat hari berselang setelah dibawa pulang, Sultan harus kembali dilarikan ke UGD RSUP Fatmawati pada Rabu, 1 Februari 2023. Dia mengalami pendarahan pada bagian lambung, pada titik bekas operasi gastrotomi atau pemasangan selang untuk keperluan memasukkan makanan. Ketika itu pendarahan dihentikan dengan pergantian perban. Setelah itu Sultan boleh pulang.

Dua hari berselang, Jumat, 3 Februari 2023, Sultan harus kembali lagi ke rumah sakit. Pasalnya, dia mengalami kejang dan merasakan sakit yang sangat hebat di perutnya. Dia kembali menjalani rawat inap.

Bacaan Lainnya

Keesokan harinya, Sabtu, 4 Februari 2023, terjadi kebocoran pada bagian perut Sultan, bekas pemasangan gastrotomi. Untuk menangani kebocoran itu, Sultan harus dioperasi lagi pada 5 Februari. Dia harus opname lagi. Kondisinya belum juga membaik.

Jumat, 10 Februari 2023, Sultan menjalani operasi ketiga untuk menangani kebocoran gastrotomi. Kali itu dia harus menginap lebih lama di rumah sakit. Kondisinya yang terus mengalami naik-turun tidak memungkinan Sultan dibawa pulang untuk menjalani rawat jalan.

Hampir sebulan Sultan dirawat inap, hingga akhirnya pada Selasa, 7 Maret 2023, dia menjalani operasi keempat untuk menyambung saluran makanan melalui leher. Dan setelah itu dia masih harus menjalani rawat inap. Proses bertahan hidup sangat panjang.

Sepuluh hari setelah operasi keempat, Jumat, 17 Maret 2023, Sultan diperbolehkan menjalani rawat jalan. Dia boleh pulang. Masih membawa tubuh dengan banyak selang terpasang.

Selama satu setengah bulan Sultan dirawat di rumah dengan kondisi yang tak juga membaik. Satu setengah bulan kemudian, Senin, 1 Mei 2023, dia kembali masuk UGD untuk menjalani penggantian selang-selang di tubuhnya. Diganti, bukan dilepas. Sultan masih harus hidup dengan selang-selang itu.

Keesokan harinya, Selasa, 2 Mei 2023, upaya penggantian selang kembali dilakukan. Semua itu adalah upaya keluarganya demi memperpanjang harapan hidup Sultan. Orang tua masih menaruh harap padanya.

Rabu, 3 Mei 2023, Sultan kembali diizinkan pulang. Dia menjalani rawat jalan. Masih dengan kondisinya semula; dengan banyak sekali perangkat pembantu kehidupan biologisnya. Perangkat bernama selang.

Nahas Sultan bermula dari sebuah keteledoran penanggung jawab pengelolaan dan perawatan infrastruktur publik. Teledor membiarkan kabel-kabel optik terjuntai di tengah jalan. Nahas yang semestinya tak perlu terjadi jika tanggung jawab dikerjakan dengan baik.

Sultan semasa dalam kondisi sehat (kiri) dan setelah kecelakaan (kanan). (Dok. Keluarga)

Selain berjuang untuk mempertahankan hidup selama berbulan-bulan, Sultan dan keluarganya juga terus berjuang mencari keadilan.

Perjuangan yang sempat sepi selama beberapa bulan—sebab tertelan oleh gegap gempita para pendengung politik yang kian panik seiring kian dekatnya puncak Pesta Demokrasi Indonesia pada Februari 2024.(…bersambung…)

(Tim Samudra Fakta)

Pos terkait