Tragedi Kabel Fiber Optik (1): Malam Nahas Mahasiswa Cerdas

Perawatan Intensif yang Sangat Lama, Awal dari Perjuangan Panjang

Tiga hari setelah dipindah ke ICU RSUP Fatmawati, Sultan menjalani operasi di lehernya untuk membuat saluran napas atau trakeostomi, Senin, 9 Januari 2023. Operasi berlangsung di di Ruang Operasi Bougenville, lantai 5 RSUP Fatmawati, mulai pukul 14.00. Upaya medis itu dipimpin dr. Zainal Adhim.

Upaya medis berlangsung empat jam. Pukul 18.00 WIB baru selesai. Setelah itu Sultan kembali dipindahkan ke ICU.

Selama tiga belas hari Sultan menjalani perawatan di RSUP Fatmawati hingga akhirnya diperbolehkan pulang oleh rumah sakit untuk menjalani rawat jalan pada Rabu, 18 Januari 2023. Sultan dibawa pulang dalam kondisi menggunakan trakeostomi sebagai alat bantu bernapas. Makan pun harus menggunakan selang NGT – Sonde yang tersambung di hidung.

Bacaan Lainnya

Sepekan setelah menjalani rawat jalan, pada Rabu, 25 Januari 2023, sesuai jadwal kontrol rawat jalan, Sultan hendak mengganti selang NGT – Sondenya. Namun penggantian tidak bisa dilakukan karena ternyata terdapat jaringan parut di leher Sultan. Kondisi yang sangat perlu mendapatkan penanganan intensif. Ternyata kondisi Sultan sama sekali belum membaik.

Dan akhirnya, setelah sepekan menjalani rawat jalan, Sultan terpaksa kembali opname. Dia harus masuk UGD lagi.

Keesokan harinya, Kamis, 26 Januari 2023, tim dokter kembali berupaya melakukan penggantian selang NGT. Namun upaya lanjutan itu kembali gagal. Hingga akhirnya dokter memutuskan untuk memasang selang makan yang dimasukkan ke dalam perut, langsung ke lambung.

Bertambah lagi selang di tubuh Sultan. Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Malang itu harus memperpanjang rawat inapnya.

Dua hari di rumah sakit, Sultan kembali dibawa pulang pada Sabtu, 28 Januari 2023. Masih dalam kondisinya yang belum juga membaik. Masih banyak selang terpasang di sekujur tubuhnya.

Mahasiswa cerdas ini—yang kerap meraih nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 4,00 di setiap semester di kampusnya—masih harus cemas menunggu nasib yang akan menghampirinya setelah kejadian itu. Kecerdasannya terbelenggu di dalam tubuh yang tak bisa apa-apa.

Semua itu gara-gara sambaran kabel FO yang terjuntai liar.

Pos terkait