The Seven Summits Indonesia: Menaklukkan Puncak-puncak Tertinggi di Nusantara

Puncak Cartenz, yang terletak di Pegunungan Jaya Wijaya, adalah puncak tertinggi di Indonesia. Foto: Dokumentasi Dit. PJLKK/Kemenhut
Indonesia menyimpan kekayaan alam yang tiada tara, terlahir dari jantung bumi yang penuh gejolak. Negeri yang dikenal dengan julukan “The Ring of Fire” ini, tak hanya dipenuhi oleh 129 gunung berapi aktif yang menantang, namun juga menjadi rumah bagi tujuh puncak gunung yang menjadi impian para pendaki dari seluruh penjuru dunia.

Puncak-puncak ini, yang tergabung dalam The Seven Summits of Indonesia, adalah ujian fisik dan spiritual bagi siapa saja yang berani menaklukkannya. Dari yang tersembunyi di hutan Kalimantan, hingga titik tertinggi di Papua yang menyentuh awan, tujuh puncak ini bukan sekadar angka, melainkan simbol perjalanan yang menuntut lebih dari sekadar kekuatan tubuh, melainkan juga keberanian hati.

Apa yang dimaksud The Seven Summits of Indonesia? Jika di skala internasional ada The Seven Summits of the World yang merujuk pada puncak-puncak gunung tertinggi di dunia, konsep yang sama di Indonesia sedikit berbeda.

The Seven Summits of Indonesia merujuk laman Kementerian Kehutanan, adalah puncak-puncak gunung tertinggi yang mewakili tujuh pulau besar dan wilayah kepulauan di Indonesia. Puncak-puncak tersebut anntara lain, Puncak Kerinci (Pulau Sumatera), Puncak Semeru (Pulau Jawa), Puncak Bukit Raya (Pulau Kalimantan), Puncak Rinjani (Kepulauan Sunda Kecil), Puncak Binaiya (Kepulauan Maluku), Puncak Latimojong (Pulau Sulawesi), dan Puncak Cartenz (Pulau Papua).

Bacaan Lainnya

Jika penentuan The Seven Summits of Indonesia berdasarkan urutan puncak tertinggi, Papua menjadi juaranya. Sebab, sebagian besar puncak gunung di Papua berada di ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dari tujuh puncak tersebut, hanya Puncak Latimojong yang tidak berada di kawasan Taman Nasional.

Berikut adalah enam dari The Seven Summits of Indonesia yang berada di dalam kawasan Taman Nasional, beserta keistimewaannya:

  1. Puncak Kerinci (3.805 mdpl)
    Puncak Kerinci terletak di Taman Nasional Kerinci Seblat yang diakui sebagai World Heritage Site dengan kategori Tropical Rainforest Heritage of Sumatera. Gunung ini, yang terletak di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi, adalah gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara. Pendakian menuju puncak Kerinci dimulai dari Desa Kersik Tuo, dan selama perjalanan, pendaki akan disuguhkan pemandangan Danau Gunung Tujuh yang memukau.

  2. Puncak Bukit Raya (2.278 mdpl)
    Puncak Bukit Raya, yang terletak di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, merupakan puncak tertinggi di Pulau Kalimantan. Puncak ini berada di Provinsi Kalimantan Tengah dan dapat dicapai melalui Kalimantan Barat atau Kalimantan Tengah. Proses pendakian ke Bukit Raya biasanya diawali dengan ritual adat sebagai bentuk permohonan keselamatan. Lokasinya yang terpencil menjadikannya pendakian termahal kedua setelah Puncak Cartenz.

  3. Puncak Semeru (3.676 mdpl)
    Gunung Semeru, yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, merupakan gunung berapi aktif. Setiap 20 menit sekali, kawahnya memuntahkan abu vulkanik bercampur pasir dan batu kecil. Pendakian dimulai dari Desa Ranupane, dan sepanjang perjalanan, pendaki akan melewati sejumlah lokasi penting, seperti Danau Ranu Kumbolo dan Puncak Mahameru.

  4. Puncak Rinjani (3.726 mdpl)
    Terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Gunung Rinjani adalah gunung berapi aktif dengan kaldera yang memiliki Danau Segara Anak di tengahnya. Pendakian ke puncak Rinjani dapat dilakukan melalui jalur-jalur populer, seperti Senaru dan Sembalun. Keindahan Air Terjun Penimbungan yang terletak di jalur Torean menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki.

  5. Puncak Binaiya (3.027 mdpl)
    Puncak Binaiya terletak di Propinsi Maluku dan berada di kawasan Taman Nasional Manusela. Gunung ini bukanlah gunung berapi, dan pendakian menuju puncaknya memerlukan waktu sekitar delapan hari, dimulai dari ketinggian 0 mdpl hingga mencapai puncak pada 3.027 mdpl. Pendakian melintasi hutan hujan tropis yang lebat dan sungai-sungai besar dengan arus deras, menambah tantangan bagi pendaki.

  6. Puncak Cartenz (4.884 mdpl)
    Puncak Cartenz, yang merupakan puncak tertinggi di Indonesia, juga dikenal sebagai Cartenz Pyramid dan termasuk dalam The Seven Summits dunia. Terletak di Pegunungan Jaya Wijaya, puncaknya yang tertutup salju abadi menjadikannya sebagai destinasi pendakian yang menantang. Desa Ilaga dan Sugapa adalah dua akses utama menuju puncak ini, yang memerlukan keterampilan panjat tebing dan mental yang kuat.

Sebagai catatan bagi para pendaki, penting untuk selalu membawa turun sampah dan mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pengelola taman nasional. Pendakian yang penuh tantangan ini tidak hanya soal mencapai puncak, tetapi juga menjaga kelestarian alam yang ada.***

Pos terkait