Di kota yang terus tumbuh dan kerap diasosiasikan dengan pencapaian material, tas anti-flexing ini menyampaikan pesan sunyi namun tegas: martabat publik tidak diukur dari kemewahan, melainkan dari kesadaran untuk tahu kapan cukup.***
Tas Anti-Flexing, Etika Baru Istri ASN Surabaya





