Tanggul Sungai Wulan Jebol, Jalur Semarang-Demak Putus, Banyak Kampung Terendam Air Setinggi 1,5 Meter

Jalur Pantura Demak-Kudus lumpuh akibat tanggul Sungai Wulan di Karanganyar, jebol, Ahad (17/3).(ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)
Luberan Air ke Mana-mana, Warga Mengungsi dan Siaga

Sementara itu, derasnya arus air dari titik jebolan tanggul Sungai Wulan menyebabkan banjir meluas cepat ke sejumlah wilayah di Demak. Sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.com, Desa Wonorejo dan Cangkring Pos, Kecamatan Karanganyar, Demak, juga tergenang dengan kedalaman air mencapai 1,5 meter. 

Aliran air terus meluas ke arah Kecamatan Gajah.

Warga Desa Cangkring Pos, Kecapean, Karanganyar, di tengah banjir Demak, Ahad (17/3/202)(KOMPAS.COM/NUR ZAIDI)

Menurut Musyafa (54), warga Desa Wonorejo RT 002 RW 001—sebagaimana dilaporkan Kompas.com—air masuk ke halaman rumahnya sejak Ahad pagi. Debit air kian bertambah dan mulai meninggi setelah pukul 12.00 WIB. 

Bacaan Lainnya

“Habis Zuhur (banjir datang), (arus) cepat kencang sekali,” ujar Musyafa, dikutip dari Kompas.com, Ahad. 

Di dalam rumahnya, kata Mustafa, air sudah mencapai ketinggian 1 meter. Sedangkan di jalan perkampungan bagian belakang, kata dia, ketinggian air mencapai sebahu orang dewasa. “Yang belakang-belakang sana dalam, sebahu sudah ada,” terang Musyafa. 

Musyafa mengaku, anak-anaknya sudah mengungsi di Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam. Sedangkan ia untuk sementara berjaga di dekat rumah dari tempat aman. “Anak sudah ikut mbaknya di Jogoloyo, di nenek. Saya jaga rumah dulu nanti nyusul,” terang dia.

Sementara, Abdul Latif (45), warga lainnya, mengungkapkan jika banjir menerjang Desa Wonorejo mulai habis Zuhur. Ketinggian air mulai cepat pasca-Zuhur. 

Abdul Latif mengaku jika rumahnya sudah tergenang air dengan ketinggian 1,5 meter. “Sampai 1,5 meter di RT 002 RW 001, masuk kampung jam 9 pagi,” terang dia. “Ceritanya mau ngungsi di Kecamatan Gajah,” sambung dia.(Antara/Kompas.com)

Pos terkait