Surabaya Targetkan 153 Koperasi Merah Putih Aktif September, Siap Jadi Motor Kampung Pancasila

Kepala Dinkopdag Surabaya Febrina Kusumawati. | FOTO: Dok. Istimewa
Pemkot Surabaya menargetkan 153 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) aktif pertengahan September 2025. Koperasi ini disebut bakal jadi tulang punggung ekonomi Kampung Pancasila.

__________

Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini untuk mendukung arahan pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur untuk mendorong kemandirian ekonomi hingga tingkat kelurahan.

“Target pusat Oktober, provinsi akhir September. Kita pertengahan September sudah harus jalan,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Febrina Kusumawati, Selasa, 22 Juli 2025.

Bacaan Lainnya

Menurut Febrina—akrab disapa Febri—kunci keberhasilan KKMP adalah kemitraan strategis dengan BUMN. Ia menyebut Bulog, Pertamina, dan PLN sebagai mitra potensial.

“Seperti arahan Pak Presiden, harus ada hub dengan Bulog, Pertamina, PLN,” ujarnya.

Febri juga membuka peluang kerja sama dengan Samsat dalam pengelolaan pajak kendaraan bermotor dan opsen daerah sebagai sumber pemasukan koperasi.

Ia menyebut Pertamina telah menyatakan minat menjadikan koperasi sebagai pangkalan distribusi LPG.

“Pertamina sudah sampaikan untuk prototipe pangkalan. Mungkin beberapa koperasi bisa mulai dari situ,” jelasnya.

Namun, ia mengakui bahwa pendekatan ke tiap BUMN membutuhkan strategi komunikasi berbeda. “Bu Gubernur bilang, komunikasi ke Pertamina beda dengan Bulog. Jadi kami harus jajaki satu per satu,” tambahnya.

Febri menegaskan, KKMP diharapkan bisa menyerap tenaga kerja di tingkat kelurahan. “Kalau koperasi itu hidup, pasti butuh kurir, admin, sampai tenaga kemas,” katanya.

Saat ini, struktur organisasi koperasi masih terbatas karena baru dibentuk lewat Musyawarah Kelurahan (Muskel). Tapi ia optimistis kebutuhan tenaga kerja akan tumbuh seiring berjalannya operasional.

Ia menilai tantangan utama KKMP ada pada pembangunan kesadaran kolektif. “Semua harus paham bahwa ini payung besar wilayah. Bukan sekadar koperasi kecil yang berdiri sendiri,” tegasnya.

Febri menyatakan, selama ini koperasi lemah dalam akses permodalan. Kini negara hadir memberi sokongan melalui skema pembiayaan terintegrasi.

Pos terkait