Upaya ini dilakukan untuk mengurangi beban pohon sehingga tidak mudah roboh saat diterjang angin kencang.
Pada akhir pekan lalu, DLH bahkan melakukan perantingan besar di kawasan Injoko dengan bantuan pihak kepolisian untuk pengaturan lalu lintas.
“Perantingan kami lakukan rutin, baik di jalan protokol maupun berdasarkan laporan warga. Namun, saat hujan sudah turun, fokus kami beralih pada antisipasi bencana serta pembersihan hasil tumbangan agar tidak mengganggu akses jalan,” terang Dedik.
Warga Diminta Tetap Waspada
Menyikapi prediksi cuaca ekstrem pada 1–10 Maret 2026, Dedik mengimbau warga Surabaya untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di tengah hujan lebat.
Ia meminta masyarakat tidak berlindung di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang.
“Warga diminta tidak berlindung di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang. Masyarakat juga dapat melapor ke DLH jika melihat pohon yang tampak rapuh atau condong,” katanya.
DLH juga akan memprioritaskan penanganan pohon di tepi jalan utama yang dapat dijangkau kendaraan skywalker guna meningkatkan keamanan petugas serta efisiensi waktu.
“Kami mohon masyarakat tetap waspada. Jika melihat ada pohon yang sekiranya membahayakan, segera laporkan agar tim kami bisa melakukan pengecekan dan tindakan pemotongan jika diperlukan,” pungkasnya.***





