PADANG — Sumatera Barat berduka. Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak Kamis hingga Jumat (7-9/3/2024), total sebanyak 19 warga, 2 orang luka-luka, dan 7 orang dilaporkan hilang. Ribuan warga yang masih berada di pengungsian membutuhkan bantuan permakanan, baju dan selimut.
Data Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) dikutip dari laman resmi BNPB Minggu (10/3/2024), menjelaskan, korban tewas terbanyak di Kabupaten Pesisir Selatan dengan jumlah 16 orang, disusul Kabupaten Padang Pariaman dengan korban tewas 3 orang. Sementara ribuan warga masih mengungsi dari tempat tinggalnya. Jumlah pengungsian dari Kota Padang sebanyak 3.734 jiwa, Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 76.178 jiwa, dan Kabupaten Agam sebanyak 49 KK atau 209 jiwa mengungsi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan, banjir di Kota Padang telah surut sejak Sabtu (9/3/2024). “Karena ini sifatnya banjir bandang, jadi cepat surut, kemarin air sudah surut,” kata Hendri dikutip dari laman resmi BNPB, Minggu (10/3/2024) pagi.
Banjir bandang menerjang Kota Padang pada Kamis-Jumat (7-8/3/2024) akibat hujan berintensitas tinggi di bagian hulu yang menyebabkan air di beberapa sungai meluap ke jalan dan pemukiman warga. Total warga terdampak banjir Kota Padang mencapai 10.150 KK atau 35.299 jiwa. Sebanyak 3.734 warga yang sempat mengungsi saat kejadian, kini telah kembali ke rumah masing-masing. “Kemarin sore para pengungsi sudah kembali ke rumah”, ujar Hendri.
Meskipun banjir sudah surut dan warga telah kembali ke rumah, BPBD menyampaikan bahwa bantuan permakanan dan selimut masih dibutuhkan oleh warga. Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kota Padang, tercatat sebanyak 10.150 unit rumah terdampak, dua unit rumah hanyut, tiga titik ruas jalan terdampak, dan satu unit musala terdampak banjir.
Selain banjir bandang, BPBD Kota Padang juga mencatat kejadian longsor di enam lokasi, pohon tumbang akibat angin kencang sebanyak 19 kejadian, dan satu kejadian abrasi pantai.
Abrasi pantai terjadi di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Lubuk Begalung. Abrasi pantai meruntuhkan 100 pohon pinus pantai hingga mengakibatkan dua rumah berisiko runtuh. Berdasarkan penggukuran, abrasi pantai telah memanjang satu kilometer dari RT02 menuju RT03 RW07 Pasia Jambak Muaro Anai.
“Setiap bulan BPBD Kota Padang menggelar latihan kebencanaan. Warga sudah paham kalau langganan banjir, tanah longsor, angin kencang, kami juga ada sosialisasi gempa. Tapi yang namanya warga ya masih sering panik”, kata Hendri.





