Study Tour Menjadi “Proyek” Oknum Sekolah, Seharusnya Dibiayai Pemerintah

Siswa-siswa SMK Depok sebelum alami kecelakaan bus terguling di Subang yang terjadi pada Sabtu 11 Mei 2024 membuat pengamat pendidikan buka suara untuk dorong pemerintah atur kegiatan study tour. FOTO: Tangkapan Layar Instagram @mahlvk.random

Study Tour Seharusnya Dibiayai Negara

Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji menyatakan, bahwa pemerintah Indonesia perlu memiliki cetak biru pendidikan agar kegiatan seperti study tour dapat diatur dengan benar.

Bacaan Lainnya

“Kita harus punya cetak biru pendidikan Indonesia, sebenarnya anak-anak Indonesia itu mau dididik seperti apa, prosesnya seperti apa, ini kan selama ini belum jelas, termasuk konsep study tour atau bakti sosial, bisa (dikemas) jadi semacam kuliah kerja nyata (KKN), jadi anak-anak tinggal di desa, hidup dengan warga di sana, itu kan bagian dari pengalaman hidup mereka,” ujar Indra, dikutip dari Jawapos, Minggu, (12/5).

Ia juga menegaskan, cetak biru tersebut akan menjadi acuan atau desain utama kurikulum di Indonesia, agar kurikulum tidak terus berganti mengikuti pergantian kepemimpinan, yang di dalamnya juga tentu mengatur tentang widyawisata atau study tour siswa.

“Jadi study tour itu mesti bisa memberi pengalaman yang kontekstual, perspektif, cakrawala, dan cara pandang yang berbeda bagi siswa, didesain dalam blueprint, apa manfaat dan risikonya, dalam blueprint tersebut, termasuk bagaimana transportasinya, apakah pemerintah mempersiapkan transportasi yang aman, jangan sampai tujuannya baik tetapi nyawanya harus hilang,” paparnya.

Ia juga mengemukakan, “Yang terjadi sekarang kan bisa jadi karena uangnya terbatas, jadi mencari yang murah, jadi berisiko ternyata remnya blong, di cetak biru itu nanti diatur bagaimana mendesain program itu agar aman untuk semua,” ujarnya.

Untuk itu, dia berpesan agar pendidikan tak hanya jadi sarana untuk mencari keuntungan atau komersialisasi, tetapi benar-benar ditujukan untuk pembangunan manusia.

“Kalau kita bicara sekolah negeri, harusnya semua kegiatan seperti study tour itu dibiayai oleh pemerintah, agar tidak berpotensi menjadi proyek-proyek, entah memang untuk menutupi anggaran yang bolong atau bahkan untuk kepentingan oknum sekolah. Kalau itu dibiayai pemerintah, jadi resmi program pemerintah yang sudah didesain,” ucapnya.♦

 

Pos terkait