Program Revitalisasi Satuan Pendidikan menghadirkan perubahan infrastruktur di sejumlah sekolah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Program ini memperkuat ruang kelas, memperbaiki sanitasi, serta menambah fasilitas penunjang seperti toilet dan UKS sehingga lingkungan belajar menjadi lebih aman, bersih, dan nyaman.
Sejumlah sekolah sebelumnya menghadapi kekurangan ruang kelas, bangunan rusak berat, hingga sanitasi tidak layak. Setelah perbaikan, kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal dalam lingkungan yang lebih sehat. Dampaknya langsung terasa. Kepercayaan masyarakat ikut meningkat.
Kepala SMP Negeri 1 Balung, Mohammad Rokhim, menjelaskan sekolahnya dulu kerap terdampak banjir karena berada dekat area persawahan. Melalui revitalisasi, sekolah meninggikan lantai ruang kelas sekitar 25 cm dan tembok 70–100 cm sehingga banjir tidak lagi masuk ke area sekolah.
“Anak-anak senang belajar di tempat baru yang lebih bersih, tinggi, dan sejuk. Suasana pembelajaran menjadi sangat kondusif,” ujar Mohammad Rokhim, Kepala SMP Negeri 1 Balung, dalam keterangan, Ahad, 22 Februari 2026.
Sebelumnya, dari 24 rombongan belajar hanya tersedia 20 ruang kelas sehingga beberapa ruangan dialihfungsikan menjadi kelas. Kini sekolah memperoleh tambahan ruang baru sehingga ruangan lain dapat kembali digunakan sesuai fungsi semula.
Tambahan dua unit toilet baru serta rehabilitasi satu toilet lama juga meningkatkan layanan sanitasi sekolah. “Bantuan ini sangat bermanfaat sekali bagi kami. Sebelumnya anak-anak kekurangan toilet dan air. Sekarang semuanya tercukupi,” tambahnya.
“Kini, anak-anak lebih leluasa belajar karena kelasnya cukup. Kemudian, teman-teman guru lebih senang karena ruangannya lebih bersih, sehat, luas,” pungkasnya.
Ruang kelas rusak hingga toilet minim, kini fasilitas memadai
Kepala SMP Negeri 1 Sumberjambe, Maryanto, mengatakan sejak berdiri pada 1983 kondisi sarana sekolahnya sangat terbatas. Sekolah hanya pernah merehabilitasi tiga ruang kelas pada 2013. Dengan 18 rombongan belajar, sejumlah ruang seperti laboratorium IPA, ruang multimedia, dan ruang OSIS sempat dialihkan menjadi kelas.
Sebagian ruang juga rusak berat dan atapnya bocor sehingga siswa harus dipindahkan ke musala demi keselamatan. Sanitasi menjadi persoalan paling berat karena sekolah hanya memiliki dua toilet dan salah satunya rusak, membuat sebagian siswa memilih ke sungai.
Melalui revitalisasi senilai Rp1,9 miliar, sekolah memperoleh ruang kelas baru yang lebih kokoh serta toilet memadai yang dilengkapi fasilitas ramah difabel. “Baru sekarang kita memiliki toilet yang sangat memadai, kebiasaan ke sungai sudah berubah. Anak-anak sangat bahagia,” ungkap Maryanto.
Ia berharap perbaikan fasilitas tersebut mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan. “Selama 18 tahun saya mengabdi, separuhnya sebagai kepala sekolah. Pak Presiden ini betul-betul luar biasa, baru sekarang ini mendapatkan bantuan miliaran,” katanya.
Di SD Negeri Sukorejo 02, Kepala Sekolah Ririn Husniyah menyebut banyak bangunan sebelumnya keropos, terutama pada bagian reng dan tembok. Revitalisasi menghadirkan rehabilitasi tiga ruang kelas, ruang administrasi, perpustakaan, serta pembangunan UKS yang sebelumnya tidak tersedia.
Sebelum ada UKS, siswa yang sakit harus beristirahat di perpustakaan atau ruang guru. Kini sekolah memiliki ruang khusus layanan kesehatan. “Dengan adanya revitalisasi, luar biasa sekali. Sekolah kami jadi bagus, dicat ulang, bangunan diperbaiki, dan insyaallah semakin kuat,” ujar Ririn.
Ia juga menilai mekanisme swakelola berjalan baik karena sekolah terlibat langsung dalam pembangunan. “Saya bisa menjamin bangunannya kuat karena saya sendiri yang bertanggung jawab dalam proses pembangunan ini. Sudah kuat, bagus, dan lebih bermanfaat untuk anak-anak ke depannya,” tuturnya.
Peresmian hasil revitalisasi di Kabupaten Jember dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di SMP Negeri 1 Balung, Sabtu, 21 Februari 2026. Di wilayah tersebut, revitalisasi menjangkau 142 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp101 miliar yang mencakup 6 PAUD, 74 SD, 44 SMP, dan 18 SMA.
“Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025, khususnya yang ada di Kabupaten Jember ini, terlaksana dengan sukses dan selesai 100 persen,” ujar Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam peresmian tersebut.
Ia menekankan pembaruan fasilitas harus diikuti semangat belajar baru. “Jangan lupa, kalau ruang kelasnya baru, semangatnya harus baru,” pesannya.
Program revitalisasi ini diharapkan memperkuat kualitas lingkungan belajar melalui penyediaan bangunan yang aman, fasilitas sanitasi layak, serta sarana pendidikan memadai sehingga proses pembelajaran di sekolah daerah dapat berjalan lebih optimal. ***





