Prastowo menyampaikan, bahwa refocusing kegiatan dan anggaran ditetapkan dan diputuskan oleh masing-masing K/L terhadap kegiatan yang dianggap dapat ditunda selama pandemi.
Selanjutnya, refocusing dilakukan K/L dengan memblokir anggaran dari kegiatan yang diusulkan ditunda oleh K/L. Meski demikian, kegiatan dan anggaran yang dilakukan blokir dapat dilakukan relaksasi (buka blokir) sesuai prioritas dan kondisi anggaran.
Realisasi dari anggaran ini pun, kata dia, selanjutnya diaudit oleh BPK dan dipertanggungjawabkan kepada DPR. “Kita bersyukur berkat kerjasama, sinergi, dan dukungan seluruh pihak, Indonesia dapat menangani pandemi dengan baik dan termasuk negara yang dapat kembali pulih lebih cepat dan kuat,” kata Prastowo.
Prabowo dan Sri Mulyani juga pernah tampak akur. Sebelum menjadi Menteri Pertahanan, Prabowo beberapa kali juga menyoroti kebijakan-kebijakan Sri Mulyani ketika Pilpres 2019. Salah satu momen perseteruan Prabowo vs Sri Mulyani yang paling diingat adalah soal ‘Menteri Pencetak Utang’.
Ketika itu, Prabowo tengah menyoroti utang pemerintah yang terus menumpuk. Dalam pernyataannya, Prabowo ingin sebutan Menteri Keuangan diganti jadi Menteri Pencetak Utang.
“Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain,” ujar Prabowo dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2019).
Prabowo kala itu menyebut kondisi bangsa, andai diibaratkan penyakit, sudah stadium lanjut. Lagi-lagi Prabowo menyoroti utang. Menjawab kritik Prabowo, Sri Mulyani menuliskan puisi yang diunggah di akun Instagram-nya @smindrawati.
Lewat puisinya itu, Sri Mulyani seolah ingin menjelaskan kepada Prabowo apa saja yang telah dikerjakan oleh pemerintah, yang menurut Prabowo banyak utang. Sejumlah capaian pemerintah itu antara lain pembangunan infrastruktur seperti jalan hingga gedung sekolah.
Setelah duduk bersama di Kabinet Indonesia Maju, hubungan Prabowo dan Sri Mulyani makin akrab. Kekompakan keduanya berlanjut dalam rapat terbatas di Istana Presiden, Kamis (31/10/2019). Jajaran menteri mengikuti ratas di ruang rapat kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Prabowo terlihat menyalami menteri-menteri yang hadir. Prabowo mengatakan tentunya sesama menteri harus akrab. Apalagi Sri Mulyani Menteri Keuangan.
“Ya harus akrab, Menteri Keuangan, ha-ha-ha…,” kata Prabowo seusai rapat di kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).
Selanjutnya, ada momen menarik antara keduanya yang jadi perhatian. Hal itu terjadi saat Prabowo, Sri Mulyani dan rombongan memasuki ruang rapat. Tanpa diduga, Ketua Umum Partai Gerindra itu bantu menggeser kursi yang hendak diduduki Sri Mulyani agar posisinya lebih nyaman.
Hal ini terjadi saat Prabowo Subianto dan Sri Mulyani Indrawati menghadiri rapat kerja di Komisi I DPR RI pada Kamis (27/1/2019) untuk membahas penghapusan dua kapal TNI Angkatan Laut (AL) yakni KRI Teluk Mandar-514 dan KRI Teluk Penyu-513.
Kira-kira Bu Sri mau nggak ya? Dan apa strategi Pak Prabowo untuk ‘menjinakkan’ hati menteri yang dekat dengan Megawati Sukarnoputri itu? Barangkali Prabowo perlu ‘jembatan’ untuk melobi.
___FOTO:IST




