Sistem Kanalisasi, Jejak Pemerintah Hindia-Belanda Meredam “Semarang Kaline Banjir”

Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang adalah kanal yang dibangun pemerintah Hindia-Belanda untuk menanggulangi banjir di Kota Semaran. FOTO:Disbudpar Kota Semarang

Tim Geologi Universitas Diponegoro (Undip) pernah melakukan penelitian tentang proses sedimentasi di banjir kanal barat dan banjir kanal timur. Proses penelitian dilakukan Laboratorium Sumberdaya Energi (SDE) pada tahun 2022.

Penelitian tersebut menggunakan metode analisis ukuran butir dan XRF untuk mengetahui sejarah sedimentasi dan menelusuri peristiwa banjir di lokasi penelitian. Objek yang dianalisis adalah berupa sampel sedimen yang diambil di muara sungai (lepas pantai) dari Banjir Kanal Barat (BKB) dan Banjir Kanal Timur.

Hasil penelitian ini memperlihatkan kondisi fisik sedimen dari analisis besar butir sampel BKB yang menunjukkan mekanisme transportasi yang dominan dipengaruhi oleh proses fluviatil (sungai) terutama pada kedalaman 18 – 22 cm. Hal ini didukung oleh analisis geokimia yang menunjukkan unsur Zr, Sr, Fe, Mn, Ti dan Ca mengalami kenaikan pada interval kedalaman tesebut. Sedangkan unsur K, Rb, dan Zn menunjukkan grafik yang berlawanan yaitu mengalami penurunan.

Bacaan Lainnya

Kenaikan unsur Fe dan Mn dapat menjadi indikator semakin kuatnya pengaruh pengendapan dari darat, atau dapat diinterpretasikan sebagai sebuah peristiwa banjir. Sementara itu pada analisis besar butir sampel BKT tidak ada perbedaan mekanisme yang mencolok pada tiap fasies, di mana seluruh fasies terendapkan pada kondisi aliran air yang cenderung tenang.

Jika dilihat pola perubahan komposisi geokiminya, juga tidak terlihat adanya perubahan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pengendapan sedimen di Banjar Kanal Timur tidak terpengaruh atau sedikit terpengaruh proses pengendapan dari darat.

Melansir laporan Anis Kurniasih, S.T., M.T, Departemen Teknik Geologi FT Universitas Diponegoro, Semarang, tim peneliti berhasil menunjukkan bahwa kejadian banjir di masa lampau dapat dilacak dan ditelusuri dengan baik. Jika penelitian semacam ini banyak dilakukan maka semakin dalam pula kita memperoleh pengetahuan tentang banjir. Hal tersebut dapat menjadi dasar dan acuan dalam menyusun kebijakan terkait penanggulangan banjir di Kota Semarang.

__FOTO:Disbudpar/BPBD Kota Semarang

 

Pos terkait