Sentil PBNU ‘One Man Show’, Kiai Muhaimin: Ke Mana Advokasi NU?

A’wan PBNU KH Abdul Muhaimin menjadi salah satu narasumber diskusi interaktif bertajuk “NU di Persimpangan: Menjaga Peran Civil Society di Era Baru” di Jakarta, Selasa (12/5/2026). - ISTIMEWA

​Lebih lanjut, ia memaparkan tiga persoalan fundamental yang sedang menggerogoti tubuh PBNU saat ini. Ketiga masalah ini ia nilai sangat fatal karena menyangkut muruah dan aturan dasar organisasi.

​“Ada tiga problem besar. PBNU hari ini saya kira sudah menyimpang dari qonun asasi, menyimpang dari khittah, dan keluar dari AD/ART,” tegas Kiai Muhaimin.

​Krisis Spiritual dan Ancaman ‘Bunuh Diri Massal’

​Melihat dinamika advokasi NU di jajaran pengurus yang seolah mati suri, Kiai Muhaimin menyebut situasi ini sangat berbahaya bagi masa depan organisasi. Ia menyayangkan pergerakan yang ada saat ini hanya bersifat lokalistik, padahal Nahdlatul Ulama memiliki sumber daya manusia dan kelembagaan yang sangat lengkap.

Bacaan Lainnya

​“Kepemimpinan NU saat ini sama saja bunuh diri massal. Dinamika advokasi di jajaran NU mati. Kalaupun ada pergerakan, sifatnya lokalistik. Padahal resources NU itu lengkap,” sorotnya.

​Ia menyimpulkan, akar permasalahan yang NU hadapi saat ini bukan sekadar urusan politik organisasi semata. Ada krisis yang lebih dalam dan membutuhkan introspeksi menyeluruh dari seluruh jajaran pengurus.

​“Jadi ada persoalan teologis-spiritual di tubuh NU yang membuat organisasi ini tidak bisa didinamisasi menjadi bargaining position di tengah umat,” pungkasnya.

​Kritik tajam dari internal PBNU ini tentu menjadi tamparan sekaligus bahan refleksi penting bagi roda organisasi. Di tengah harapan umat yang begitu besar, Nahdlatul Ulama harus segera mengevaluasi diri agar kembali hadir sebagai benteng advokasi rakyat dan tidak kehilangan arah dari qonun asasi serta khittah perjuangan para muassis (pendiri). Mengembalikan semangat pengabdian dan desentralisasi peran menjadi kunci agar kemudi advokasi NU kembali dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat akar rumput. ***

Pos terkait