Semua Guru Wajib Ikut Pelatihan Rutin Bareng BPMP karena Banyak yang Terlena di Zona Nyaman dan Malas Berinovasi

Mendikdasmen Abdul Mu'ti, dalam kunjungannya di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis, 17 April 2025. | Istimewa
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akan mewajibkan seluruh guru untuk mengikuti pelatihan secara rutin, bekerja sama dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP). Ini adalah bagian dari peningkatan kualitas pendidikan. Kegiatan pelatihan ini akan dihitung sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja.

__________

Dalam waktu dekat, Kemendikdasmen akan menerbitkan peraturan menteri yang mengatur bahwa guru memiliki satu hari dalam sepekan tanpa kewajiban mengajar. Satu hari itu akan khusus digunakan untuk mengikuti pelatihan.

Abdul Mu’ti, ketika berkunjung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis, 17 April 2025, mengatakan bahwa pelatihan bisa dilakukan secara mandiri maupun didatangi Widyaiswara. Kegiatan pelatihan ini akan dihitung sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja 24 jam mengajar dalam sepekan.

Bacaan Lainnya

Sebab, kata Mu’ti, berdasarkan pantauannya, saat ini banyak guru yang telah berada di zona nyaman mereka—khususnya para guru yang telah memperoleh sertifikasi—sehingga mereka tidak aktif lagi untuk mengembangkan diri.

Pelatihan ini, menurut Mu’ti, bisa menjadi kegiatan yang akan mendorong guru agar terus belajar dan berinovasi.

“Sistemnya bisa para widya-widya kita itu mengunjungi kelompok-kelompok guru, kemudian mereka menyelenggarakannya secara mandiri secara rutin dan itu bagian yang nanti juga harus dilaporkan sebagai bagian dari pemenuhan 24 jam,” jelas dia.

Sebagai informasi, pemerintah telah menaikkan tunjangan sertifikasi guru dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Untuk guru ASN, besaran tunjangan akan disesuaikan dengan gaji pokok dan langsung ditransfer ke rekening guru, bukan lagi melalui pemerintah daerah.

Kebijakan ini diambil agar guru dapat fokus dalam mengajar. Mu’ti menegaskan, peningkatan kesejahteraan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kinerja.

Menurutnya, perhatian terhadap guru sangat penting karena guru merupakan kunci utama peningkatan mutu pendidikan. Meskipun teknologi berkembang pesat dan kecerdasan buatan (AI) semakin canggih, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa peran guru tidak akan tergantikan. ***

Pos terkait