Sembilan Warga Diduga Tertimbun Tanah Longsor di Bandung Barat, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Petugas gabungan melanjutkan pencarian 9 orang warga yang diduga tertimbun tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto:BNPB

BANDUNG BARAT — Tanah longsor yang terjadi di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Ahad (24/3/2024), diduga menimbun sembilan warga. Operasi pencarian dilanjutkan pada Selasa (26/3/2024) pagi, dengan menerjunkan anjing pelacak ke lokasi tanah longsor.

Sembilan korban yang diduga tertimbun tanah longsor yakni Encep (60), Opi (45), Diki Saputra (4 ), Syifa (9), Dadi (55), Eras (53), dan Nabila Destiani (4), Aam (50), dan Aji (2). Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk membantu pencarian sembilan warga yang diduga tertimbun tanah longsor.

Laporan sementara, 99 kepala keluarga atau sekitar 189 jiwa terpaksa mengungsi ke SD Negeri Padakati, Kecamatan Cipongkor dan Gor Desa Cibenda. Dua orang yang terluka mendapatkan perawatan di puskesmas setempat. Petugas sudah mendirikan posko darurat di halaman SD Padakati dan mengaktifkan dapur umum untuk melayani pengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten  Bandung Barat, mengatakan, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilaksanakan oleh tim gabungan. Tanah longsor dipicu oleh hujan deras  serta kondisi tanah yang labil. Debit air yang tinggi menyebabkan tanah di atas bukit longsor menerjang 10 rumah di Kampung Gintung, Desa Cibenda

Bacaan Lainnya

“Tim K-9 Polda Jabar sudah diterjunkan untuk membantu Tim SAR dalam mencari korban yang tertimbun,” kata Kapolres Cimahi, AKBP Aldi Subartono, di lokasi kejadian seperti dilansir laman Okezone, Senin (25/3/2024) sore.

Upaya pencarian dengan anjing pelacak dilakukan hingga petang hari. Proses pencarian dengan anjing pelacak itu akan dilanjutkan pada Selasa (26/3/2024) pagi, dengan melibatkan tim SAR Gabungan.

“Kami terus melakukan upaya pencarian korban dengan melibatkan K-9 dan personel SAR gabungan. Semoga segera membuahkan hasil,” ujarnya.

Menurut Adi, Polda Jabar mendirikan Posko Morten di RSDU Cililin dan Antimorten di Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor. Posko tersebut didirikan untuk membantu proses identifikasi terhadap korban yang diduga tertimbun tanah longsor.

“Polres Cimahi juga mendirikan Posko Kesehatan di Desa Cibenda. Tim medis kami melayani fasilitas Kesehatan bagi warga terdampak bencana tanah longsor,” tuturnya.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di wilayah berbukit dan dekat dengan tebing untuk selalu waspada,  terutama jika hujan turun dengan intensitas tinggi lebih dari satu jam.

“Warga yang bermukim di dekat lokasi bencana tanah longsor diharap mengevakuasi diri sementara ke tempat yang lebih aman guna mengantisipasi potensi longsor susulan,” kata Abdul Muhari dikutip dari laman BNPB, Selasa (26/3/2024).◼︎

Pos terkait