Kepada sang ibu, korban mengaku ketakutan saat berada di pondok pesantren.
“Sini jemput bintang. Cepat ma ke sini. Aku takut ma, maaaa tolonggh. Sini cpettt jemput,” kata korban yang disampaikan melalui tulisan pesan WA kepada sang ibu, sekitar seminggu sebelum tewas, dikutip pada Senin (26/2) sore.
Menurut Suyanti, sang anak menyampaikan keinginan untuk pulang ke Banyuwangi sejak Senin (19/2). Bahkan, korban sempat melakukan video call.
Meski demikian, buah hatinya itu tak menjelaskan dengan detail alasan mengapa ingin dijemput orangtuanya. Tapi sempat mengeluh sakit.
“Dia minta dijemput. Tak tanya alasannya kenapa, ndak disebutkan. Intinya minta dijemput, gitu,” ungkap Suyanti, Senin.
Menanggapi pesan sang anak, Suyanti hanya memintanya bersabar untuk bertahan hingga bulan Ramadan. Mengingat, posisinya saat itu sedang berada di Bali untuk bekerja.
Ia pun meminta Bintang sang putra untuk membaca Al-Qur’an dan melaporkan kepada pengasuh pondok jika terjadi apa-apa.
“Terus ketika mau saya jemput sehari setelahnya, katanya tidak usah. Sudah enak dan nyaman begitu katanya,” jelasnya.
Ia pun mengaku tak menyangka jika anak bungsunya tersebut meninggal dunia di Ponpes.◼︎


