Santri di Kediri Tewas Diduga Dianiaya Senior, Berikut Fakta-Faktanya

Ilustrasi. (SF)

”Karena ada kesalahpahaman di antara mereka, kemudian terjadi penganiayaan yang dilakukan berulang-ulang,” ujarnya.

Meski demikian, kata dia, penyidik masih mendalami lebih lanjut terkait motif tersebut.

Sementara itu, mengenai detail tindak kekerasan yang dilakukan terhadap korban, polisi masih mendalami dengan menggali keterangan dari saksi-saksi, baik yang ada di lingkungan pesantren maupun dokter yang memeriksa jenazah korban di Banyuwangi.

Bacaan Lainnya

Terkait lokasi penganiayaan, Bramastyo menyebut, terjadi dugaan penganiayaan tersebut terjadi di lingkungan pesantren.

3. Ponpes Mengaku Tak Tahu soal Penganiayaan

Pihak ponpes juga telah buka suara terkait kematian santrinya yang diduga karena penganiayaan oleh sesama santri tersebut.

Pengasuh pesantren Al Hanifiyah, Fatihunada mengaku pihaknya tidak mengetahui terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan santrinya meninggal dunia.

Pasalnya, menurut keterangannya, pihaknya hanya menerima laporan dari pengurus bahwa korban meninggal akibat terpeleset di kamar mandi.

“Saya dikabari (kondisi) sudah meninggal. Dapat laporan itu karena jatuh terpeleset di kamar mandi,” kata Fatihunada yang kerap dipanggil Gus Fatih, Senin (26/2).

Ia pun tidak menyangka jika santrinya tersebut meninggal karena penganiayaan yang dilakukan oleh rekan sesama santri.

“(Perihal penganiayaan) tidak tahu sama sekali. Jadi di luar prediksi saya dugaan semacam itu. Lha wong dari awal bilangnya terpeleset,” lanjut dia.

Usai mendengar kabar tersebut, ia dan sejumlah pengurus lain membantu pemulangan jenazah.

4. Luka di Tubuh Korban

Pihak kepolisian telah melakukan visum terhadap jenazah santri BBM yang diduga dianiaya rekan sesama santrinya tersebut.

Visum dilakukan di RSUD Banyuwangi dengan didampingi pihak kepolisian. Adapun terhadap korban hanya dilakukan visum luar karena pihak keluarga menolak autopsi.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Andrew Vega menyebut, hasilnya, ditemukan sejumlah luka pada jenazah korban

“Benar ada luka,” kata Andrew, Senin (26/2).

Namun, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab luka tersebut. Pasalnya, pendalaman kasus ditangani Polres Kediri.

5. Korban Sempat Minta Dijemput

Sekitar satu minggu sebelum tewas, santri BBM sempat meminta dijemput orang tuanya. Permintaan tersebut disampaikannya melalui pesan Whatsapp (WA) kepada sang ibu, Suyanti (38).

Pos terkait