Saat Bumi Menangis di Bulan Januari: Banjir dan Tanah Longsor Sebabkan Ribuan Warga Mengungsi

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., (baju rompi hijau) meninjau lokasi jalur rel kereta api yang terdampak banjir di Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (23/1). Foto:BNPB
Hujan tak henti-hentinya membasahi bumi, seolah membawa pesan amarah dari alam. Pada minggu ketiga Januari 2025, berbagai wilayah di Indonesia menghadapi rentetan bencana alam—banjir yang merendam pemukiman, tanah longsor yang menelan perkampungan, banjir bandang yang menyapu jalanan, hingga angin kencang dan letusan vulkanik yang memaksa ribuan orang mengungsi.

Di tengah kepanikan dan kerugian yang terus bertambah, pemerintah berusaha mengendalikan keadaan. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca di Lampung dan Jawa Tengah, berharap dapat meredam derasnya hujan yang membawa duka.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ribuan warga terdampak, puluhan jiwa meninggal dunia (MD), dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka atau dinyatakan hilang.

Wilayah Jawa Tengah Terparah Terdampak

Di Provinsi Jawa Tengah, banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak Senin (20/1) telah menyebabkan dampak signifikan. Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu daerah dengan korban tertinggi, mencatat 22 jiwa MD, 4 jiwa dalam pencarian, dan 13 lainnya luka-luka.
Banjir juga melanda beberapa wilayah lain di Jawa Tengah, seperti:

Bacaan Lainnya
  • Kabupaten Grobogan: 20.307 KK terdampak.
  • Kabupaten Kendal: 1 jiwa MD, 17.447 warga terdampak.
  • Kabupaten Batang: 11.571 warga terdampak.
  • Kabupaten Demak: 9.209 warga terdampak.
Jawa Timur: Pasuruan hingga Sumenep Dilanda Banjir

Banjir di Jawa Timur turut memberikan dampak besar, terutama di:

  • Kabupaten Pasuruan: 1.990 warga terdampak.
  • Kabupaten Jombang: 1.188 KK terdampak.
  • Kabupaten Bojonegoro, Situbondo, dan Sumenep: total 155 KK terdampak.
Sulawesi: Dampak Banjir di Gorontalo dan Sulawesi Selatan
  • Di Pulau Sulawesi, banjir melanda Provinsi Gorontalo, tepatnya di Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwoto, dengan total 1.028 KK terdampak.
  • Di Sulawesi Selatan, banjir di Kabupaten Toraja Utara mengakibatkan 2 jiwa MD dan 2 lainnya luka-lu
  • Sementara itu, di Sulawesi Tengah, tanah longsor di Kabupaten Poso menyebabkan 40 warga terdampak, 14 di antaranya terpaksa mengungsi.
Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Juga Terdampak

Bencana banjir di wilayah lain meliputi:

  • Provinsi Riau (Kabupaten Rokan Hilir): 500 KK terdampak.
  • Provinsi Kalimantan Tengah (Kabupaten Gunung Mas): 613 warga terdampak, 67 rumah terendam.
  • Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kota Kupang): 1 jiwa MD, 93 warga terdampak.
  • Provinsi Lampung. Banjir melanda lima kabupaten/kota di Provinsi Lampung pada 20-22 Januari, menyebabkan kerusakan signifikan. Sebanyak 14.842 unit rumah terdampak dan dua orang meninggal dunia di Kota Bandarlampung. Di Kabupaten Lampung Tengah, 264 rumah dan dua jembatan rusak, sementara 81 hektare lahan terdampak. Di Pringsewu, 629 warga mengungsi, sedangkan di Lampung Timur, 2.183 orang mengungsi dengan 4.456,4 hektare sawah terendam. Sementara itu, di Lampung Selatan, tercatat 18 rumah rusak dan 146 hektare sawah terendam banjir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyampaikan bahwa penanganan darurat terus dilakukan di berbagai daerah. Penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi prioritas. BNPB juga mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi bencana, terutama di musim hujan ini.

Pos terkait