Sejumlah wilayah di Jawa Tengah diterpa banjir dan tanah longsor sejak awal Januari 2025. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi masih berpotensi mengguyur Kabupaten Grobogan, Kendal, Semarang, dan Tegal hingga Kamis, 23 Januari 2025. Hujan lebat ini dikhawatirkan memicu banjir bandang, genangan air, serta tanah longsor.
Dilansir laman BNPB, hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Batang wilayah selatan sejak Senin, 20 Januari 2025 pukul 17.00 WIB, menyebabkan banjir besar dan merusak enam jembatan penghubung. Hasil kaji cepat hingga Selasa, 21 Januari 2025, pukul 22.49 WIB, banjir yang semula melanda 10 desa kini telah surut.
Namun, dampaknya cukup signifikan. Lima rumah warga rusak berat, dan dua orang mengalami luka-luka serta telah dirujuk ke RSUD Limpung. Dua warga yang sempat hanyut berhasil dievakuasi dan menerima perawatan medis.
Sebanyak 130 kepala keluarga (KK) atau sekitar 500 jiwa terpaksa mengungsi. Lebih dari 7.000 warga terdampak banjir tersebut. BPBD Kabupaten Batang bersama unsur terkait telah melakukan pendataan dan merencanakan perbaikan infrastruktur yang rusak.
Sementara itu, Kabupaten Kendal turut dilanda banjir yang merendam enam kecamatan pada hari yang sama. Sebanyak 3.366 jiwa terdampak, dan 450 orang di antaranya harus mengungsi. Banjir merendam 1.065 rumah, 10 fasilitas ibadah, tiga fasilitas kesehatan, enam fasilitas pendidikan, dan tujuh perkantoran.
BPBD Kendal bersama tim gabungan segera mendirikan dapur umum di Gedung PKK dan PMI Kendal serta mengirimkan bantuan logistik. Hingga Selasa malam, ketinggian air masih mencapai 1 hingga 2 meter.
Kebutuhan mendesak meliputi sembako, air bersih, dan peralatan kebersihan. Selain banjir, longsor juga melanda Kabupaten Kendal, menyebabkan satu korban jiwa dan empat orang luka-luka. Sebanyak 16 rumah rusak akibat longsor tersebut.
Bencana banjir serupa terjadi di Kabupaten Grobogan, yang terdampak akibat meluapnya Sungai Lusi, Sungai Serang, dan Sungai Tuntang. Debit air yang tinggi menyebabkan tanggul jebol di jalur Semarang-Purwodadi, memutus jalur kereta api di Gubug. Sebanyak 6.168 KK terdampak banjir, dengan 139 jiwa terpaksa mengungsi. Areal sawah seluas 139,16 hektare juga terendam air.


