Saadoe’ddin Djambek: Penggagas Metode Hisab untuk Menentukan Awal Bulan Hijriyah

Saadoe'ddin Djambek. (Dok. Istimewa)

Menteri Agama periode 1971 – 1978, Mukti Ali, ketika melantik anggota BHR pada Agustus 1972, menyampaikan tiga hal terkait peran dan tugas badan ini.

Tugas pertama adalah menentukan hari-hari besar Islam dan hari libur nasional yang berlaku seluruh Indonesia. Kedua, menyatukan penentuan awal bulan Islam yang berkaitan dengan ibadah umat Islam, seperti 1 Ramadhan, 1 Syawal (Idul Fitri), 10 Zulhijjah (Idul Adha).

Dan ketiga, menjaga persatuan umat Islam, mengatasi pertentangan dan perbedaan dalam pandangan ahli hisab dan rukyat, dan meminimalisir adanya perbedaan dalam partisipasi untuk membangun bangsa dan negara.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari berbagai sumber, Saadoe’ddin Djambek—yang bergelar Datuak Sampono Radjo (24 Maret 1911 – 22 November 1977)—adalah seorang ulama, pengajar, dan tokoh ilmu falak (astronomi) Indonesia. Ia putra seorang ulama terkenal Minangkabau, Syekh Muhammad Djamil Djambek.

Saadoe’ddin dikenal sebagai ahli hisab dan rukyat. Dia banyak menghasilkan buku-buku buah pemikirannya tentang bidang yang dia kuasai, yang sering dipakai sebagai rujukan oleh berbagai lembaga dan umat muslim Indonesia.

Keahliannya di bidang ilmu pasti dan ilmu falak dia kembangkan seiring tugas yang diembannya di beberapa tempat. Dia memiliki jejak karier dan akademik yang cukup panjang.

Pada tahun 1955-1956, Saadoe’ddin menjadi lektor kepala dalam mata kuliah ilmu pasti pada Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) di Batusangkar, Sumatera Barat.

Saadoe’ddin juga pernah menjadi dosen tidak tetap di Institut Agama Islam Negeri (IAIN)—kini Univeristas Islam Negeri (UIN)—Sunan Kalijaga Yogyakarta (1959-1961).

Pada tahun 1969-1973, Saadoe’ddin dipercaya sebagai ketua Majelis Pendidikan dan Pengajaran PP Muhammadiyah. Tahun 1973, dia dipilih sebagai Ketua BHR, dengan anggota ahli hisab dan rukyat seluruh Indonesia.

Sebagai ahli ilmu falak, ia banyak menulis tentang ilmu hisab. Beberapa karyanya, antara lain, Waktu dan Djadwal Penjelasan Populer Mengenai Perjalanan Bumi, Bulan dan Matahari (1952); Almanak Djamiliyah(1953), Perbandingan Tarich (1968); Pedoman Waktu Sholat Sepanjang Masa (1974), Sholat dan Puasa di Daerah Kutub (1974); dan Hisab Awal bulan Qamariyah (1976).

Hisab Awal bulan Qamariyah  merupakan pengumulan pemikiran Saadoe’ddin Djambek, yang kemudian menjadi ciri khas pemikirannya dalam metode hisab awal bulan qamariyah, yang digunakan oleh Muhammadiyah hingga saat ini.

Saadoe’ddin mengembangkan sistem baru dalam pemikiran hisab, dengan memperkenalkan teori Spherial Trigonometry atau segitiga bola. Menurutnya, teori ini untuk menjawab tantangan zaman, yakni mendialogkan ilmu hisab dengan astronomi modern sehingga hasilnya lebih akurat.

Saadoe’ddin Djambek meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 22 November 1977, dalam usia 66 tahun.◼︎

Pos terkait