Reformasi 1998 [1]: Mahasiswa IAIN Syarif Hidayatullah Menjadi yang Pertama Duduki Gedung DPR

Demostrasi mahasiswa pada 12 Mei 1998 yang berujung dengan lengsernya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. ( Foto: Instagram/@dimaserlangga852/Tagar.id
JAKARTA -– Hari ini, Selasa (21/5/2024), menandai 26 tahun perjalanan reformasi di Indonesia, peristiwa bersejarah yang diawali dengan aksi-aksi besar pada Mei 1998. Gelombang demonstrasi yang mengubah arah bangsa ini tak lepas dari kontribusi berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta—sekarang dikenal sebagai Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Peristiwa reformasi 1998 terjadi di tengah situasi politik, ekonomi, dan sosial yang memanas. Tuntutan utama yang digaungkan saat itu adalah turunnya Soeharto dari kursi kepresidenan. Salah satu saksi hidup dan aktivis saat itu, Andikey Kristianto, mengingat bagaimana mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan, termasuk di sekitar kampus IAIN Jakarta. “Kami sering melakukan aksi di sekitar kampus dan mengadakan berbagai forum diskusi yang membahas isu nasional,” kenang Andikey dilansir dari laman Lembaga Pers Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, lpminstitut.com, Selasa (21/5/2024).

Gerakan mahasiswa di Ciputat mulai bergerak awal Maret 1998 dengan membentuk Forum Komunikasi Mahasiswa Ciputat (FKMC), wadah yang menyatukan organisasi internal kampus, organisasi ekstra, dan organisasi daerah. FKMC menjadi pusat konsolidasi bagi demonstrasi-demonstrasi yang digelar. Sayangnya, menurut Andikey, kontribusi mahasiswa IAIN Jakarta sering kali luput dari perhatian media, sehingga kurang diketahui oleh publik.

Tb. Ace Hasan Sazily, salah satu aktivis Mei 1998, mengungkapkan bahwa demonstrasi mahasiswa terjadi karena sistem orde baru yang otoriter serta krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada 1997. Krisis moneter menyebabkan harga kebutuhan pokok melambung tinggi, memperburuk penderitaan rakyat. “Penderitaan inilah yang mendorong tuntutan mahasiswa kepada pemerintah orde baru,” ujar Tb. Ace.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya pada Mei 1998, jauh sebelumnya, mahasiswa IAIN Jakarta sudah aktif menggalang kekuatan massa. Pada tahun 1994, mereka mulai membangun jaringan dengan kampus-kampus lain untuk memperkuat gerakan.

Pos terkait