Perubahan pola makan saat puasa bisa ganggu kesehatan gigi dan mulut.
Perubahan pola makan selama Ramadan berdampak langsung pada kesehatan gigi dan mulut. Durasi puasa di Indonesia yang mencapai 13–14 jam memicu penurunan produksi air liur dan perubahan metabolisme tubuh.
Aryo Sutowijoyo, dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), mengingatkan pentingnya perawatan gigi selama berpuasa. Ia menjelaskan, bau mulut menjadi keluhan paling umum saat Ramadan.
“Bau mulut merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering terjadi saat berpuasa. Penyebabnya karena pembakaran cadangan lemak di dalam tubuh dan produksi air liur yang menurun,” kata Aryo, Minggu (1/3/2026).
Produksi Air Liur Menurun
Menurut Aryo, penurunan air liur membuat rongga mulut lebih kering. Kondisi ini memudahkan bakteri berkembang dan memicu bau tidak sedap.
Ia menyarankan menyikat gigi minimal dua menit setiap kali membersihkan gigi, terutama setelah sahur dan sebelum tidur.
“Untuk mengatasi bau mulut dapat dilakukan pembersihan gigi minimal selama dua menit dalam satu waktu,” ujarnya.
Cukupi Cairan dan Konsumsi Serat
Aryo juga menekankan pentingnya menjaga hidrasi. Ia menyarankan konsumsi setidaknya delapan gelas air putih di antara waktu berbuka hingga sahur.





