Profil Semuel Pangerapan, Dirjen Aptika Kemenkominfo yang Mengundurkan Diri

Semuel Abrijadi Pangerapan. Foto:IST

Prestasi dan Kontroversi

Semuel berjasa dalam berbagai kebijakan penting. Revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang menghapus sebagian besar ‘pasal-pasal karet’ banyak dikeluhkan masyarakat adalah salah satunya. Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi yang menjadi milestone dalam perlindungan data pribadi warga negara juga tercatat sebagai warisannya.

Langkah berani lainnya adalah perintah untuk memblokir platform seperti Paypal dan Dota yang tidak mendaftarkan diri sebagai penyelenggara di Indonesia. Keberanian ini membuat banyak platform digital besar mendaftarkan diri, memudahkan pengawasan dan penegakan pajak.

Bacaan Lainnya

Semuel juga membangun ekosistem penyelenggara tanda tangan digital (PSrE) dari nol, memastikan penggunaannya lebih aman dan memiliki kekuatan hukum. Pada Pemilu 2024, langkah-langkah strategis yang diterapkannya berhasil menjaga kondusifitas ruang digital.

Dalam lingkup internal, Semuel dikenal berani merombak struktur jabatan dan mengangkat anak-anak muda sebagai pejabat, menggantikan generasi sebelumnya. Ia juga mempraktikkan gaya kerja yang tidak formal dan birokratis. Semuel memilih bekerja di ruang yang tidak terlalu luas untuk ukuran seorang dirjen, setara dengan ruang kerja seorang Kepala Bagian di pemerintah daerah.

Tak jarang, Semuel menolak fasilitas mewah selama dinas. Di Canberra, ia memilih menginap di apartemen murah ketimbang hotel mewah. Saat bertugas di Brussel, ia lebih memilih naik transportasi umum dibanding mobil mewah. Semuel juga dikenal karena berhasil menemui langsung Pavel Durov, pemilik Telegram, untuk mendiskusikan pencegahan terorisme di Jakarta.

Di era kepemimpinannya, negara berhasil memaksa Google Search Engine untuk mengaktifkan “safe search” secara otomatis bagi pengguna Indonesia. Ini membuat hasil pencarian di Google lebih ramah bagi anak-anak dan pengguna pemula dari pornografi.

Pos terkait