JAKARTA — Semuel Abrijadi Pangerapan, Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (4/7) sebagai bentuk tanggung jawab atas peretasan yang menimpa Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).
“Tidak terasa sudah delapan tahun bertemu dengan teman-teman. Karena semuanya ada waktunya, ini saatnya saya berpisah. Saya menyatakan bahwa per tanggal 1 Juli kemarin saya sudah mengajukan pengunduran diri secara lisan dan surat resminya sudah saya sampaikan,” ungkap Semuel di Kantor Kominfo pada Kamis (4/7).
“Saya berterima kasih atas kerja sama selama ini dan mohon maaf jika ada kesalahan dan perkataan saya yang tidak berkenan,” tambahnya.
Semuel memutuskan mundur dari posisi Dirjen Aptika setelah serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya terjadi hampir dua pekan sejak pertama kali diketahui publik pada Jumat (20/6). Semuel menyebut pengunduran dirinya sebagai tanggung jawab moral atas insiden ransomware yang menyerang PDNS 2 di Surabaya.
“[Saya mundur] sebagai tanggung jawab moral saya,” ujarnya. Meski mundur, Semuel menyatakan tetap melanjutkan misi transformasi digital Indonesia. Menurutnya, tanggung jawab ini bukan hanya milik pemerintah. Semuel menekankan bahwa dirinya berasal dari sektor swasta sebelum bergabung dengan pemerintahan.
Sebelumnya, banyak pihak mendesak Budi Arie Setiadi untuk mundur dari posisi Menkominfo, termasuk Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet). SAFEnet bahkan menggalang petisi yang meminta Budi Arie Setiadi untuk mundur dari jabatannya. Petisi tersebut dipublikasikan di laman change.org dan telah ditandatangani oleh belasan ribu orang.
Menanggapi serangan ransomware terhadap PDNS dan lambatnya pemulihan, media Singapura Channel News Asia (CNA) menyebut Budi Arie sebagai “menteri giveaway”. CNA juga mengutip Direktur Eksekutif SAFEnet, Nenden Sekar Arum, yang menduga Budi diangkat menjadi menteri karena mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilu 2014 dan 2019. “Jangan sampai ada ‘giveaway’ seperti ini terus. Jabatan ini sangat strategis karena kita tidak bisa dipisahkan dari dunia digital,” kata Nenden.
Diketahui bahwa Budi Arie sebelumnya adalah Ketua Relawan Projo, dan diangkat oleh Jokowi menggantikan Johnny G Plate yang tersandung kasus korupsi menara BTS 4G. Budi Arie memilih untuk tidak banyak berkomentar mengenai desakan dari masyarakat yang meminta dirinya mundur karena gagal menjaga keamanan data.
“Ah, no comment kalau itu. Itu hak masyarakat untuk bersuara,” kata Budi di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (27/6/2024).




