Baru-baru ini perusahaan riset dan keamanan siber Kaspersky mengumumkan adanya tren serangan jarak jauh oleh peretas atau hacker yang mengincar perangkat WiFi rumahan.
Taktik peretasan ini, menurut Kapersky, dikenal sebagai taktik ‘Nearest Neighbor’, atau jika diterjemahkan berarti ‘tetangga sekitar’.
Penyerang memulai aksi dengan mencari akses salah satu jaringan WiFi rumah atau kantor yang lemah, lalu melacak perangkat apa saja yang terhubung dengannya.
Berikutnya mereka memindai lingkungan WiFi melalui perangkat tersebut, untuk menemukan SSID jaringan perangkat yang menjadi target.
“Menggunakan perangkat tetangga yang disusupi sebagai jembatan, para penyerang kemudian dapat terhubung ke jaringan WiFi yang merupakan target mereka sebenarnya,” demikian catatan Kaspersky.
Dengan cara ini, mereka dapat masuk ke dalam perimeter target. Setelah mencapai tujuan utama, mereka mencuri informasi, mengenkripsi data, memantau aktivitas, dan banyak hal lainnya.
Taktik ini pernah digunakan oleh setidaknya satu kelompok APT. Artinya, ancaman ini bukan sekadar teori.***





