Keempat adalah kreativitas manusia yang bersumber pada imajinasi, intuisi, serta keberanian mempertanyakan asumsi dasar. Walau AI bisa menghasilkan karya dengan skala luar biasa, hasil tersebut murni merupakan kombinasi ulang dari pola yang sudah ada, bukan gagasan yang benar-benar baru.
Kondisi ini selaras dengan konsep batas kemampuan AI yang tidak merata. Kerangka kerja tersebut menunjukkan bahwa AI bisa sangat unggul melampaui manusia dalam tugas tertentu, tetapi justru berkinerja buruk pada tugas lain yang sekilas terlihat serupa. Oleh sebab itu, AI akan bekerja maksimal apabila dipadukan dengan pengawasan manusia.
”Ada tugas-tugas lain yang berada di luar batas tersebut. Walau di permukaan tampak serupa, AI akan kesulitan menyelesaikannya. Sayangnya, kegagalan AI tidak selalu disadari oleh penggunanya,” kata Profesor Harvard Business School Karim Lakhani.***





