Prancis Dukung ICC Tangkap Netanyahu, Presiden Macron: Mengakui Palestina Bukan Hal yang Tabu

Presiden Prancis Emmanuel Macron. FOTO:SS CNN

Macron bersumpah bahwa tidak ada standar ganda mengenai penderitaan warga sipil dalam konflik di berbagai belahan dunia.”Situasi mengerikan. Operasi (militer Israel) harus dihentikan di Rafah,” ucap Macron.

Dalam konteks tersebut, Macron menjelaskan bahwa Palestina harus lebih dulu menerapkan sejumlah reformasi.Pengakuan, katanya, juga harus digunakan untuk memberikan tekanan terhadap Israel, sehingga memerlukan mobilisasi negara-negara seperti Amerika Serikat.

Sebelumnya, pada Maret (24/3) Presiden Macron menegaskan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, bahwa segala upaya pemindahan paksa warga Palestina dari Rafah, kota di Gaza selatan, merupakan “sebuah kejahatan perang.” Dia juga mengutuk keras Israel terkait perampasan tanah seluas 800 hektar di Tepi Barat yang diduduki untuk permukiman baru, menurut kantor kepresidenan Prancis.

Bacaan Lainnya

Pada (29/5) dia juga mengulangi penentangannya terhadap segala operasi militer Israel untuk menyerang Hamas di Rafah, di mana hampir seluruh populasi Gaza tengah berlindung setelah berlangsung pertempuran sengit selama berbulan-bulan di wilayah yang terkepung itu. Dia mendesak Israel untuk segera membuka semua pintu perlintasan masuk ke Gaza.♦

 

Pos terkait