Prabowo menegaskan Indonesia tetap di BoP karena lebih efektif memperjuangkan Palestina dari dalam.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan Indonesia memutuskan tidak keluar dari Board of Peace (BoP). Menurut dia, keberadaan Indonesia di dalam forum itu justru memberi ruang lebih besar untuk memengaruhi arah keputusan agar tetap berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina.
Penjelasan itu disampaikan Prabowo dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis senior di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang ditayangkan pada Kamis (19/3/2026). Ia menegaskan keputusan masuk ke BoP bukan langkah spontan, melainkan hasil pertimbangan bersama negara-negara mayoritas Muslim lain.
Prabowo mengatakan posisi Indonesia sejak awal tetap sama. Pemerintah, kata dia, hanya akan bertahan di BoP selama forum itu masih bisa dipakai untuk membantu perjuangan rakyat Palestina.
“Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina,” ujar Prabowo, Kamis (19/3/2026).
Baginya, berada di luar forum justru membuat Indonesia kehilangan saluran langsung untuk ikut memengaruhi proses politik yang sedang dibangun. Karena itu, pemerintah menilai bertahan di dalam BoP lebih realistis dibanding mengambil posisi di luar.
“Kalau di luar (BoP), kita tidak bisa (memperjuangkan Palestina). Jadi, akhirnya kita putuskan, kita masuk,” katanya.
Keputusan itu berangkat dari rangkaian pembicaraan sejak Sidang Umum PBB pada 23 September. Dalam pidatonya saat itu, Prabowo menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan penuh Palestina dan mendorong solusi dua negara.
Beberapa jam setelah pidato tersebut, Prabowo bersama tujuh pemimpin negara mayoritas Muslim lain dalam Group of Eight diundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Negara-negara itu terdiri atas Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir.
Dalam pertemuan itu, Trump meminta dukungan atas rencana 21 poin untuk membangun perdamaian berkelanjutan di Gaza. Prabowo mengatakan usulan tersebut dibacakan satu per satu oleh utusan khusus AS, Steve Witkoff.
Poin Kemerdekaan Palestina Jadi Pertimbangan
Prabowo mengaku memberi perhatian khusus pada poin ke-19 dan ke-20 dalam proposal tersebut. Dua poin itu, kata dia, membuka peluang bagi Palestina untuk menjadi bangsa mandiri dan menentukan masa depannya sendiri.





