Prabowo Lantik Wantimpres, Pratikno hingga Gus Yahya Sambangi Istana

Presiden RI Prabowo Subianto bakal melantik tokoh lintas kalangan menjadi Watimpres, di Istana Negara Jakarta pada hari Jumat, 2 Oktober 2026. (Istimewa)

Presiden Prabowo Subianto melantik anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Sederet tokoh lintas kalangan, mulai dari Pratikno, Anwar Usman, hingga Gus Yahya terpantau mendatangi Istana Negara.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyambangi Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta untuk agenda pelantikan Dewan Pertimbangan Presiden pada Jumat, 2 Oktober 2026. Ia membenarkan tujuannya untuk memenuhi undangan pembentukan lembaga penasihat tersebut. “Iya ini saya diundang untuk pelantikan apa Wantimpres ya,” kata Pratikno saat tiba di Istana.

Daftar 25 Calon dan Kehadiran Gus Yahya

Selain Pratikno, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya turut mendatangi Istana Negara. Gus Yahya tiba memakai kemeja putih, jas hitam, celana panjang berwarna senada, dan peci hitam. Ia hanya berjalan masuk ke Istana tanpa menjawab pertanyaan dari awak media.

Sebelumnya, Yahya pernah dilantik menjadi anggota Wantimpres oleh Presiden Joko Widodo pada 31 Mei 2018. Pengangkatannya saat itu melengkapi jumlah keanggotaan Wantimpres menjadi sembilan orang.

Bacaan Lainnya

Pada pelantikan kali ini, beredar daftar 25 nama tokoh yang disebut akan menjadi anggota Wantimpres. Sejumlah nama itu meliputi Pratikno, Qodari, Hatta Rajasa, Agum Gumelar, Soekarwo, Tahir, Ignasius Jonan, Budi Gunawan, Jusuf Hamka, dan Said Agil Sirad.

Tokoh lain yang juga masuk dalam bursa calon anggota dewan penasihat tersebut adalah Yahya Cholil Staquf, Quraish Shihab, Anwar Usman, Chairul Tanjung, Bambang Soesatyo, Sinta Nuriyah Wahid, Philip Kuncoro, dan Ida Bagus.

Selain itu, terdapat nama Salim Segaf Aljufri, Budi Tanoesoedibjo, Yusuf Wanandi, Anwar Iskandar, Rocky Gerung, Margarito Kamis, serta Muhammad Hatta yang melengkapi susunan 25 calon tersebut.

Dari daftar itu, sejumlah tokoh telah tampak hadir. Agum Gumelar mengaku telah dihubungi oleh Sekretaris Kabinet Teddy. Peneliti senior Jusuf Wanandi turut datang karena merasa sebagai kawan lama Presiden, sementara akademisi Rocky Gerung berseloroh bahwa dirinya datang untuk acara radikal break.

Undangan Mendadak untuk Paman Gibran

Mantan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman juga memenuhi undangan pelantikan bersama istrinya, Idayati. Anwar mengaku mendapat kabar secara mendadak dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Farid Ahmad.

“Saya diminta untuk hadir di sini, saya diundang tadi malam oleh Raffi Ahmad,” ujar paman dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut.

Anwar menyatakan siap menjadikan penugasan kenegaraan ini sebagai sarana pengabdian. “Bagi saya jika diminta, saya akan menjadikan lahan untuk beribadah,” tandasnya.

Sikap PDI Perjuangan

Ihwal beredarnya nama mantan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Juru Bicara PDI Perjuangan Guntur Romli mengaku belum mendengar kabar pelantikan itu. Ia secara tegas menampik bahwa Budi Gunawan mewakili atau merupakan kader partainya.

“Kalau pun benar, Bapak Budi Gunawan bukan anggota PDI Perjuangan, beliau tidak punya KTA,” kata Guntur menanggapi kabar tersebut.

Guntur memastikan partai berlambang banteng ini tidak akan mengubah arah politiknya meski sejumlah nama dikabarkan merapat ke lingkaran pemerintahan. PDI Perjuangan memilih untuk tetap berada di luar pemerintahan. “Kalau posisi PDI Perjuangan tetap berada di luar pemerintahan, menjadi politik penyeimbang,” jelasnya. ***

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan