Populer di Kalangan Masyarakat, Begini Sejarah Jalan Tol di Indonesia

4. Jalan Tol Cipali
Beralih ke ruas jalan tol di Pulau Jawa, ruas jalan sepanjang 116,75 kilometer ini dibangun dengan investasi senilai Rp13,7 triliun. Ruas jalan tol ini dirancang untuk dapat mengurangi beban lalu lintas Pantai Utara Jawa, terutama saat arus mudik. Prediksinya, fungsi jalan tol Cipali bisa digunakan untuk meringankan beban operasional hingga 60 persen.

Tol Cipali dibangun dan dikelola oleh PT Lintas Marga Sedaya. Sejak November 2019, 55% saham tol Cipali sudah diakuisisi oleh PT Astra Tol Nusantara. Berikut ini enam seksi tol Cipali yang menghubungkan Cikopo, Purwakarta dengan Palimanan, Cirebon.

– Seksi 1: Cikopo – Kalijati (27,05 km)

Bacaan Lainnya

– Seksi 2: Kalijati – Subang (11,2 km)

– Seksi 3: Subang – Cikedung (28,7 km)

– Seksi 4: Cikedung-Kertajati (18,9 km)

– Seksi 5: Kertajati – Sumberjaya (18,9 km)

– Seksi 6: Sumberjaya – Palimanan (14,05 km)

5. Jalan Tol Solo-Ngawi
Konstruksi jalan tol Solo – Ngawi menghabiskan investasi senilai Rp13,4 triliun dengan Viability Gap Fund (VGF) pertama dari pemerintah. Ruas jalan tol ini terdiri dari lima gerbang tol dengan total panjang 90,43 kilometer. Pengelolaannya dilakukan oleh PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN) dan terbagi menjadi tiga tahap pengoperasian berikut ini.

– Seksi 1: Ngawi – Klitik

– Seksi 2: Solo – Sragen

– Seksi 3: Sragen – Ngawi

Pengoperasian jalan tol di Indonesia terus berkembang dari waktu ke waktu. Hingga saat ini, sahabat sudah bisa menikmati akses jalan tol di berbagai provinsi dengan total ruas jalan yang lebih dari 2.000 kilometer. Penggunaan jalan tol kini sudah tidak asing lagi bagi para pengguna kendaraan roda empat sehingga akses transportasi juga lebih nyaman dan efisien.

Pos terkait