Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengusulkan gaji polisi dan jaksa dinaikkan. Alasannya, kata dia, agar jangan sampai penegak hukum justru mengambil keuntungan dalam sebuah perkara, atau terjadi transaksional dalam penanganan kasus gara-gara merasa gajinya kurang.
Politisi PKB itu menyoroti soal para penegak hukum yang yang harus bertindak adil mengadili perkara, agar dipercaya masyarakat. Jangan sampai melakukan ‘moral hazard’ di kalangan dua lembaga penegak hukum tersebut.
“Kemarin, kan, banyak hal yang mungkin muncul tentang salary atau segala macam. Ini kan harus menjadi, jangan sampai ada moral hazard atau apa pun yang terjadi di kalangan para penegak keadilan itu,” kata Cucun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2025.
“Makanya ditata salary-nya juga, gajinya dinaikin, jangan sampai nanti ada kebocoran-kebocoran terkait kebijakan yang sudah terjadi seperti kemarin,” lanjut dia.
Cucun mencontohkan beberapa putusan pengadilan belakangan menuai kontroversi. Misalnya saja vonis terdakwa korupsi kasus timah, Harvey Moeis yang merugikan negara Rp300 triliun tetapi hanya divonis 6,5 tahun penjara.
Cucun menyebut pimpinan DPR turut mendukung langkah Komisi III, yang salah satu tugasnya pengawasan lembaga hukum agar betul-betul diawasi mulai dari penyelidikan hingga tuntutan. Menurutnya, hal tersebut juga menjadi salah satu perhatian Presiden Prabowo Subianto.
“Sekarang juga sudah mulai pengawasan-pengawasan bagaimana di aparat, dari mulai proses penyelidikan, penyidikan, sampai ke penuntutan, bahkan sampai keputusan, itu kita DPR ikut mengawasi penuh,” ungkapnya.
Pernyataan Cucun disambar kecaman warganet di media sosial.
“Tiap hari ada aja statement yang bikin kesel dari pejabat ya,” sebut @Mdy_Asmara1701.
“Mau dinaikin sampai 1 MILIAR per hari gajinya, tetap aja mereka masih akan KORUPSI dan TERIMA SUAP. Malah “TARIF” suap nya akan mereka tingkatkan. Memang banyak manusia sampah yg masuk ke Parlemen. Akhirnya banyak statement/usul2 nya yg juga sampah,” tambah @harryfathoe111.
“Mau gaji besar tapi kalau serakah tetap saja maruk,” sebut @PitherKase. ***
Menanggapi usulan Cucun, peneliti dari Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Nicky Fahrizal, mengatakan penaikan gaji tidak serta-merta menjamin kualitas.
“Menaikkan gaji polisi tidak serta-merta memperbaiki kualitas atau perilaku pimpinan polisi dan anggotanya,” ujar Nicky di Jakarta, Sabtu, 18 Januari 2025.
Ia mencontohkan kasus pemerasan terhadap WNA yang melibatkan puluhan anggota polisi pada acara pementasan musik Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.
Sebanyak 18 anggota polisi menjalani sidang etik yang diselenggarakan oleh Bidpropam Polda Metro Jaya. Kasus itu, menurut dia, bukan sekadar soal kekurangan uang, melainkan persoalan sistemik yang dirancang.
Albertus Wahyurudhanto, dari Kompolnas, menambahkan bahwa integritas adalah kunci utama. Karena tanpa itu, kenaikan gaji menjadi sia-sia. Ia juga mengkritisi minimnya anggaran operasional, yang sering memaksa polisi mencari tambahan secara tidak etis.
Solusi yang diusulkan adalah memperbaiki doktrin pelayanan yang berorientasi pada masyarakat. Kemudian memastikan negara menyediakan anggaran operasional yang memadai untuk mendukung tugas polisi secara maksimal.***
