Polda Metro Jaya menyatakan telah memeriksa lima saksi terkait kematian diplomat muda Kemlu, Arya Daru Pangayunan (39), dan menunggu hasil uji forensik pekan depan.
__________
Menurut AKBP Reonald Truly Sohumuntal Simanjuntak, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, lima orang saksi yang telah dimintai keterangan itu adalah dua rekan kerja korban berinisial VD dan DMS, penjaga kos berinisial S, tetangga kos yang pertama kali menemukan jenazah berinisial FM, serta istri korban berinisial MAP.
“Semua data dan keterangan dikumpulkan. Nantinya, ahli akan menjelaskan hasil pemeriksaan organ tubuh korban, baik dari autopsi maupun pendalaman psikologi forensik,” ujar Reonald kepada wartawan, Ahad, 20 Juli 2025.
Reonald menegaskan pihaknya mengedepankan metode scientific crime investigation dalam penanganan kasus ini. Ia juga menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium forensik (labfor) terkait kasus kematian Arya diperkirakan keluar dalam enam hari ke depan.
“Proses uji labfor butuh dua minggu sejak pengambilan sampel. Saat ini masih ada sekitar enam hari sampai hasil keluar,” jelasnya.
Hingga kini, polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Arya. Namun, kondisi jenazah saat ditemukan cukup janggal—dengan kepala terbalut lakban perekat. Fakta ini menimbulkan sejumlah spekulasi di publik.
Meski demikian, polisi masih berhati-hati dan belum menyimpulkan penyebab kematian. “Penyelidikan masih berjalan. Kita tunggu hasil lab dan analisis ahli,” tutup Reonald.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena latar belakang korban sebagai diplomat aktif. Banyak pihak menantikan kejelasan dari proses penyidikan yang kini berada di tangan aparat dan para ahli forensik.
Sebelumnya, Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas mengaku menemukan informasi baru dari keluarga diplomat ADP yang tewas di kamar kosnya. Temuan ini akan ditelusuri lebih lanjut bersama Polda Metro Jaya.
Sejumlah informasi baru terkait kematian ADP itu, menurut Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam, didapat setelah Kompolnas bertemu langsung dengan keluarga almarhum.
“Yang kami peroleh ini sifatnya belum pernah muncul di perdebatan publik. Kami akan telusuri lebih dalam, termasuk cek ulang ke TKP dan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya,” kata Choirul Anam, Ahad, 20 Juli 2025.***





